Jeli Memilih Support Group bagi Pasangan Baru

Dhaifurrakhman Abas    •    Kamis, 20 Dec 2018 12:24 WIB
keluarga
Jeli Memilih Support Group bagi Pasangan Baru
Banyak cara untuk menetralisir rasa cemas akibat masa transisi atau peran baru. (Foto: Alex Blajan/Unsplash.com)

Jakarta: Rasa cemas kerap melanda pasangan baru setelah menikah. Mereka menjadi gamang disebabkan adanya peran dan tanggung jawab baru sebagai seorang suami atau istri, sekaligus calon orang tua.

"Masa transisi menimbulkan kecemasan. Rasa itu timbul karena memasuki fase baru yang belum pernah kita alami sebelumnya," kata psikolog Saskhya Aulia Prima, kepada Medcom.id, di Jakarta, Rabu 19 Desember 2018. 

Banyak cara untuk menetralisir rasa cemas akibat masa transisi atau peran baru. Salah satunya dengan memanfaatkan kelompok pendampingan atau support group.

"Intinya sebisa mungkin punya teman seperjuangan untuk berkeluh kesah juga mendapatkan outlet sehat," ujarnya.

Klik di sini: Cegah Dermatitis Atopik pada Bayi

Psikolog dari TigaGenerasi ini menekankan kejelian dalam memilih kelompok pendamping. Sebab jika salah pilih, malah membuat rasa cemas menjadi-jadi dan semakin runyam.

Nah, agar pasangan baru yang sedang merasa cemas ini tak salah pilih kelompok pendampingan, langkah pertama yang dilakukan adalah dengan mengenal diri sendiri.

"Dari situ kita jadi tahu model support group yang kita perlukan. Apakah yang bobot emosionalnya besar, yang lebih banyak kegiatan joke-nya, atau yang lebih sering mengadakan diskusi logis," ungkapnya.

Saskhya kembali menegaskan bahwa memilih kelompok pendampingan haruslah yang sudah sesuai standar kompetensi yang jelas. Karena inti dari mengatasi kepanikan adalah menemukan solusi yang tepat sasarsan dan bukan malah semakin larut dalam kepanikan.

"Maka tentukan satu nama yang dianggap tepat untuk memberikan masukan tentang masalah apa yang membuat Anda cemas," tandasnya.

Recharge Tubuh Saat Traveling



(FIR)