Tips Jika Salah Satu Orangtua Tinggal Berjauhan

Yatin Suleha    •    Jumat, 14 Oct 2016 10:00 WIB
psikologi anak
Tips Jika Salah Satu Orangtua Tinggal Berjauhan
Jika salah satu pasangan Anda harus dinas di luar kota atau luar negeri, tetap lakukan komunikasi untuk menjalin kedekatan dengan si kecil. (Foto: Huffingtonpost)

Metrotvnews.com, Jakarta: Jika salah satu dari Anda terpaksa harus dinas di luar kota dan tinggal berjauhan dengan si kecil dan pasangan Anda, tentu saja ini menjadi dilema.

Psikolog anak, remaja, dan keluarga Efnie Indrianie, M.Psi, dari Universitas Kristen Maranatha Bandung, Jawa Barat mengatakan bahwa semuanya harus dilandasi dengan memperkuat komitmen. 

"Tentu saja menerima kenyataan atas kepergian salah satu pasangan untuk jangka waktu yang lama juga jauh tidaklah mudah. Namun harus ada kesepakatan bahwa Anda berdua tetap akan sama-sama setia, perhatian, dan menyayangi. Adanya komitmen, komunikasi, serta informasi memudahkan keduanya ketika akan berhadapan dengan si kecil," ucap Efnie.

(Baca juga: Hubungan yang Dekat dengan Keluarga Membuat Orangtua Panjang Umur)

Tips siasati jarak jika salah satu orangtua tinggal berjauhan
Efnie memberikan tipsnya untuk menangani hal ini:

- Berikan informasi tentang penugasan Anda secara cepat dan jangan menunggu lama. Hal ini dikarenakan lebih cepat memberikan informasi lebih cepat juga persiapan yang dilakukan untuk semua hal. Berikan secara lengkap dan detail tentang semua informasi yang didapat selama bepergian jauh. 

- Aneka cara bisa Anda dan pasangan gunakan untuk tetap mendekatkan diri dengan si kecil. Bisa melalui telepon, email, dan berkirim foto, chatting, skype atau video call. "Hal ini sangatlah penting karena anak melihat secara visual apa yang terlihat di depan matanya (seperti video call atau skype) sehingga ia tidak merasa kehilangan salah satunya," jelas Efnie.

- Lakukan secara rutin. sering atau tidaknya komunikasi nantinya berdasarkan atas kesepakatan, idealnya untuk membuat kontak anak dengan orangtua adalah setiap hari dengan jangka waktu yang tak perlu lama, misalnya 5 menit.

- Tidak perlu berbohong pada si kecil. Kepercayaan sangatlah penting dibina pada anak. Suatu saat ia akan tidak mau mendengarkan jika orangtuanya berbohong, karena berikutnya ia tidak akan percaya. "Dan sebaiknya jangan melakukan kebohongan tentang kepergian salah satu orangtuanya," ucap Efnie.

Soal anak hadapi orangtua yang jauh
Efnie menjelaskan berbeda dengan orang dewasa, proses analogical thinking mereka secara kongkrit yaitu apa yang mereka lihat itulah yang hadapi. 

"Walau diawal pasti ia akan marah atau sedih tidak mengerti serta bisa menangis pada tahap awal, it’s ok, perlahan disampaikan, harus selalu dipastikan walau secara fisik jauh tetap bisa kontak rutin," jelasnya.

Ia menambahkan tetap lakukan kegiatan yang fun seperti outing saat weekend dan komunikasi yang intens, serta ajak anak cerita pada sang ayah tentang apa pun yang terjadi disetiap harinya.






(TIN)