Ekspresi Wajah Bisa Mencerminkan Status Sosial

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 08 Jul 2017 17:00 WIB
Ekspresi Wajah Bisa Mencerminkan Status Sosial
Ekspresi Wajah Bisa Mencerminkan Status Sosial (Foto: ist)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ekspresi wajah tak hanya bisa menunjukkan suasana hati seseorang, namun juga status sosial. Sebuah studi dari University of Toronto menemukan bahwa status sosial seseorang bisa diprediksi secara akurat dengan melihat ekspresi netral saat tidak tersenyum atau menunjukkan emosi.

Para peneliti percaya bahwa emosi yang terlihat dalam ekspresi netral seseorang berhubungan dengan kebiasaan jangka panjang yang terpasang di wajah dari akhir masa remaja hingga awal dewasa.

"Seiring berjalannya waktu, wajah anda akan merefleksikan dan menunjukkan ekspresi secara permanen," ujar Nicholas Rule, asisten peneliti dalam sebuah pernyataan.

Penelitian tersebut membagi dua kelompok di mana kelompok pertama dibedakan berdasarkan pendapatan tahunan USD 75 ribu yang menjadi patokan, sementara USD 60 ribu kategori miskin dan di atas USD 100 ribu kateori kaya. Para partisipan diambil fotonya dengan memasang ekspresi netral. Kemudian kelompok kedua yang terdiri dari para mahasiswa diminta melihat foto dan memutuskan apakah orang dalam foro tersebut kaya atau tidak.

Hasilnya, lebih dari 50 persen partisipan kelompok kedua dapat menjawab secara akurat. Hasil tersebut tidak dipengaruhi oleh ras, jenis kelamin, dan berapa lama partisipan membuat keputusan. Para peneliti hanya fokus pada wajah netral karena ekspresi senyum dan cemberut dapat memengaruhi para pembaca.

Rule menyimpulkan bahwa mahasiswa yang berusia 18-22 tahun telah memiliki banyak pengalaman hidup yang telah memengaruhi secara fisik dan mengungkapkan status sosioekonomi mereka.

"Orang-orang tak terlalu menyadari pertanda yang mereka gunakan ketika membuat penilaian. Jika Anda bertanya, mereka juga tak tahu. Mereka tak mengerti mengapa mereka berbuat demikian," ujar peneliti lain Thora Bjornsdottir.

Terdapat neuron dalam otak yang khusus mengenali ekspresi muka, itulah mengapa kita menyadari sesuatu saat melihat seseorang. Hal tersebut jugalah yang memberi kesan instan, meskipun tak mengenal orang tersebut dalam kehidupan nyata. Bias wajah memengaruhi siapa yang kita pilih, kencani, pekerjakan, adili, dan sebagainya.

Meskipun 50 persen hasil studi menunjukkan bahwa kesan pertama dapat memprediksi kelas sosial, biasa wajah juga bisa salah memberikan pandangan. Sebagai contoh, sebuah studi dalam Trends in Cognitive Sciences tahun 2014 menemukan bahwa kita cenderung menilai kriminalitas dan penyesalan berdasarkan wajah. Terdakwa yang memiliki karakteristik wajah tertentu, seperti tampil dapat dipercaya atau awet muda, cenderung tidak dihukum karena kejahatan daripada mereka yang tidak memiliki karakteristik ini.



 
(ELG)