Makna dari Tahun Baru Imlek

Raka Lestari    •    Jumat, 16 Feb 2018 12:08 WIB
perayaan imlek
Makna dari Tahun Baru Imlek
Zodiak China memiliki siklus setiap 12 tahun, dimana setiap tahun menunjukkan salah satu dari 12 hewan. (Foto: Chinh Le Duc/Unsplash.com)

Jakarta: Tahun Baru Imlek adalah perayaan yang menakjubkan dan dinikmati oleh banyak orang di seluruh dunia. Pada perayaan Tahun Baru Imlek juga merupakan kesempatan bagi orang-orang berkumpul untuk mengharapkan masa depan yang penuh dengan kemakmuran dan kedamaian. Jalan dan rumah akan dihias, parade akan digelar, dan banyak hadiah akan diberikan. Tahun 2018 ini merupakan tahun anjing.

Perayaan Imlek di tahun ini dimulai pada hari Jumat 16 Februari. Tanggal untuk Tahun Baru Imlek berbeda setiap tahun karena berdasarkan kalender lunar dan biasanya dirayakan antara 21 Januari sampai 20 Februari. Tahun Baru Imlek dihubungkan dengan Zodiak Cina sejak Periode Musim Semi Musim Gugur (771 sampai 476 SM).

Zodiak China memiliki siklus setiap 12 tahun, dimana setiap tahun menunjukkan salah satu dari 12 hewan. Ke-12 hewan itu adalah tikus, sapi, harimau, kelinci, naga, ular, kuda, domba, monyet, ayam jago, anjing, dan babi. Dan di tahun 2018 ini merupakan tahun anjing. 

Kekuatan orang yang lahir di tahun anjing adalah keberanian, loyalitas, dan tanggung jawab. Sedangkan kelemahannya yaitu keras kepala dan sensitif. Tahun ini tepatnya adalah tahun anjing tanah, dimana memiliki sifat ketekunan, perhatian cermat, atraktif, dan nasib baik dalam hal kekayaan.


(Zodiak China memiliki siklus setiap 12 tahun, dimana setiap tahun menunjukkan salah satu dari 12 hewan. Foto: Courtesy of Shutterstock)

(Baca juga: Alasan Mengapa Warna Merah Identik dengan Tahun Baru China)

Ini berasal dari cerita lama dimana Jade Emperor memerintahkan agar hewan tersebut menjadi bagian dari kalender. Dia menyatakan bahwa hewan pertama yang datang kepadanya akan mendapatkan kehormatan ini.

Pada zaman dahulu, kucing dan tikus berteman sehingga memutuskan untuk pergi bersama menghadap kaisar. Si kucing meminta tikus untuk membangunkannya, namun karena terlalu bersemangat ingin bertemu dengan kaisar sang tikus pun lupa akan janjinya. 

Ketika berada di perjalanan, tikus melihat hewan-hewan lainnya pun sedang dalam perjalanan untuk bertemu kaisar. Tikus pun memutuskan untuk menaiki lembu agar bisa cepat sampai. Hingga akhirnya, tikus pun berhasil menjadi hewan pertama yang menemui kaisar disusul dengan 11 hewan lainnya.

Sedangkan si kucing, karena ia datang terlambat tidak berhasil mendapatkan kehormatan tersebut. Legenda mengatakan bahwa itulah sebabnya kucing dan tikus bermusuhan dan kucing akan mengejar tikus saat melihatnya.









(TIN)