Selisih Umur yang Ideal untuk Kehamilan Anak Kedua

Pelangi Karismakristi    •    Jumat, 12 Jan 2018 12:42 WIB
keluarga
Selisih Umur yang Ideal untuk Kehamilan Anak Kedua
Menurut World Health Organization, selisih minimal memiliki anak lagi paling tidak 24 bulan. (Foto: Jonathan Daniels/Unsplash.com)

Jakarta: Sebagian orang memiliki pertimbangan sendiri ketika ingin menambah momongan mulai dari sisi kesehatan ibu, alasan finansial, dan lainnya. Tapi alasan tersebut akan dipertimbangkan ketika anak pertama sudah mendesak ingin punya adik.

Anda mungkin juga mengalaminya. Tapi banyak pasangan juga yang yang bingung menentukan perbedaan usia ideal antara anak pertama, kedua, dan seterusnya. Di bawah ini ada beberapa tips yang bisa menjadi acuan Anda:

1. Faktor kesehatan 
Kesehatan ibu merupakan salah satu pertimbangan kapan Anda akan program momongan kedua. Pastikan Anda telah benar-benar pulih dari kehamilan pertama. Pikirkan baik dan buruknya saat jarak usia anak terlalu dekat atau terlalu lama.

(Baca juga: Fakta Mengejutkan Tentang Kehamilan)

2. Selisih umur 12-18 bulan
Bila anak memiliki perbedaan usia dari 12-18 bulan, mereka cenderung akan membangun ikatan yang lebih kuat dan akan menjadi teman bermain. Namun kesehatan ibu lagi-lagi perlu dipikirkan, sebab Anda akan mengalami tidur larut malam (begadang) selama satu atau dua tahun.

Belum lagi menyusui bersama, menjaganya dan tanggung jawab yang sama bertambah menjadi dua kali lipat. Studi mengatakan bahwa ketika jarak antara kedua anak kurang dari 18 bulan, berisiko terjadi kelahiran sebelum waktunya dan berat badan bayi kurang.


(Menurut World Health Organization, selisih minimal memiliki anak lagi paling tidak 24 bulan. Foto: John-Mark Kuznietsov/Unsplash.com)

3. Selisih dua tahun
Ada dokter yang merekomendasikan pasangan memiliki anak dengan rentang usia dua tahu. Tidak hanya baik untuk kesehatan ibu dan bayi, tapi juga menunggu sang kakak sudah mencapai tahap di mana dia bisa mengungkapkan sesuatu dan memahami banyak hal lebih baik.

Menurut World Health Organization, selisih minimal memiliki anak lagi paling tidak 24 bulan. Sebab pada saat itu, kondisi kesehatan ibu sudah pulih dari kehamilan pertama dan nutrisi yang hilang juga sudah terisi kembali. 

4. Tiga tahun atau lebih
Pada selisih waktu tiga tahun ini, anak sulung sudah cukup usia untuk mandiri dan mengerti banyak hal. Selain itu, tubuh ibu juga sudah pulih sepenuhnya dari kehamilan pertama dan menyusui. Orangtua juga bisa memberi perhatian pada kedua anaknya, karena mereka memiliki tuntutan sendiri. 

Tapi apabila sudah lebih dari tiga tahun, mungkin peluang hamil sudah berkurang karena faktor usia ibu. Para ahli juga mengatakan bahwa setelah tiga tahun atau lebih, kehamilan kedua bisa berisiko pada saat hamil dan persalinan. Bila Anda menunggu sampai lima tahun, Anda berisiko terkena hipertensi, gangguan ginjal bahkan diabetes.









(TIN)