Waspadai Tanda-tanda Stres pada Anak

Torie Natalova    •    Jumat, 08 Dec 2017 07:27 WIB
keluargaperkembangan anak
Waspadai Tanda-tanda Stres pada Anak
(Sebuah studi menemukan bahwa kekhawatiran akademis adalah penyebab stres terbesar anak-anak. Foto: Pixabay.com)

Jakarta: Setiap orangtua pasti inginkan yang terbaik untuk anak-anak mulai dari kebutuhan primer, lingkungan, hingga sekolah. Tapi, Anda mungkin lupa bagaimana masa kecil bisa menjadi penuh tekanan.

YoungMinds, badan amal kesehatan anak-anak mengatakan bahwa 1 dari 10 anak-anak dan remaja yang berusia 5-16 tahun, menderita gangguan kesehatan mental yang dapat didiagnosis seperti stres, depresi, dan kecemasan.

Orang dewasa dapat mengalami stres yang bisa berasal dari berbagai sumber seperti intimidasi atau bullying, persaingan saudara, perceraian orangtua, pindah rumah dan tekanan dari teman sebaya.

Ini mungkin terdengar seperti masalah yang biasa terjadi pada orang dewasa, tapi masalah ini tidak mudah dihadapi oleh anak-anak.

Menurut Ketua International Stress Management Association Carole Spires, tahun ini bukanlah saat yang mudah untuk menjadi orangtua karena ada banyak gangguan dan mungkin 40 tahun yang lalu itu jauh lebih mudah.

Inilah cara menemukan tanda-tanda bahwa ada sesuatu yang salah pada anak Anda.

(Baca juga: Studi: Ibu yang Berpikiran Terbuka Membuat Anak Lebih Kreatif)


(Sebuah studi menemukan bahwa kekhawatiran akademis adalah penyebab stres terbesar anak-anak. Foto: Pixabay.com)

1. Mereka tidak mau sekolah
Mungkin Anda pernah mendengar anak merengek menolak masuk sekolah. Tapi, jika ini sering terjadi, mungkin ada alasan mendasar mengapa mereka ingin di rumah saja. Banyak hal yang dapat sebabkan stres di sekolah, ujian, tugas sekolah, masalah sosial, hingga yang terburuk intimidasi.

2. Nilai mereka jatuh
Tanda lain tentang stres adalah bagaimana nilai mereka menurun. Ini tak hanya terjadi dalam satu hari saja. Perhatikan nilai, usaha mereka dan bicara dengan guru mereka. Anak-anak dapat merasakan tekanan yang besar dari orangtua dan guru selama masa ujian. Sebuah studi menemukan bahwa kekhawatiran akademis adalah penyebab stres terbesar anak-anak.

3. Kebiasaan makan berubah
Seperti orang dewasa, indikator stres yang besar adalah bagaimana pola makan Anda berubah. Anak-anak dapat makan berlebihan atau tidak nafsu makan sama sekali. 

4. Mengaku sakit secara fisik
Stres bisa muncul sebagai gejala fisik seperti sakit kepala dan sakit perut. Jika ini terjadi lebih sering atau meningkat dalam situasi tertentu seperti sebelum ujian, anak Anda mungkin sedang mengalami stres.

5. Tidak tidur nyenyak
Anak-anak yang menderita stres seringkali kurang tidur atau tidak tidur semalaman. Bila tidak cukup tidur, seperti pada orang dewasa mereka akan seringkali sulit untuk mengatasi situasi sehari-hari.

6. Mereka punya pandangan negatif
Lihat tingkah lakunya apakah mereka sedih, tidak bahagia atau mungkin mereka tidak minat untuk menarik perhatian Anda. Pada anak yang biasanya tidak berperilaku buruk, ini adalah indikator stres. Orangtua perlu mengetahui perilaku anak biasanya untuk mengenali perubahan apapun pada diri mereka.










(TIN)