Survei: Orang Kaya Cenderung Egois

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 21 Dec 2017 16:19 WIB
survei
Survei: Orang Kaya Cenderung Egois
Orang yang sejahtera secara finansial lebih merasakan emosi positif ketika fokus pada diri mereka sendiri.(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang sejahtera secara finansial lebih merasakan emosi positif ketika fokus pada diri mereka sendiri. Dengan kata lain, menjadi kaya membuat seseorang menjadi egois dan hanya berpusat pada diri sendiri.

Penelitian yang dipublikasikan oleh American Psychological Association tersebut juga menyimpulkan bahwa orang dengan pendapatan lebih rendah menemukan kebahagiaan pada orang lain, melalui perasaan cinta dan kasihan.

Sementara, orang kaya menemukan kebahagiaan mereka melalui sifat yang melibatkan diri, seperti merasa bangga.

Para peneliti dari University of California tersebut melihat bagaimana pendapatan berdampak pada pengalaman bahagia dengan mensurvei 1.519 orang di Amerika Serikat yang terdiri dari 752 pria dan 767 adalah wanita.

Studi tersebut membandingkan keuangan setiap partisipan dengan seberapa sering mereka merasakan tujuh emosi positif seperti senang, kagum, sayang, puas, antusias, cinta, dan bangga.

Menariknya, para peneliti menemukan bahwa mereka yang memiliki tingkat pendapatan yang lebih tinggi cenderung merasakan emosi yang fokus pada diri mereka, terutama rasa bangga dan puas.

Sebagai perbandingan, individu dengan pendapatan lebib rendah cenderung mengalami emosi positif yang berfokus pada orang lain, seperti sayang dan cinta.

Orang yang lebih miskin juga terlihat lebih sering merasa kagum dan keindahan dalam dunia sekitar mereka, di mana tak ada perbedaan dalam hal antusiasme.

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak penemuan lebih berfokus pada dampak negatif dari kemiskinan. Namun, tidak dengan studi ini, yang melihat bahwa kebahgiaan datang dari tempat terdalam dari diri mereka yang berpendapatan lebih rendah.

Individu berpenghasilan rendah telah menemukan cara untuk mengatasi, menemukan makna, sukacita, dan kebahagiaan dalam hidup mereka meskipun keadaan mereka relatif kurang menguntungkan.

"Kekayaan tidak menjamin kebahagiaan Anda, tapi mungkin Anda akan mengalami berbagai bentuknya. Misalnya, apakah Anda menyukai diri sendiri versus teman dan hubungan Anda," kata peneliti utama Paul Piff dari University of California, Irvine.




(DEV)