Inovasi Tas dari Sampah Botol Plastik

Raka Lestari    •    Selasa, 27 Feb 2018 15:52 WIB
pengelolaan sampah
Inovasi Tas dari Sampah Botol Plastik
Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup setidaknya menyebutkan saat ini sampah Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun dan 64 persen berakhir di TPA. (Foto: Dok. Medcom.id/Raka Lestari)

Jakarta: Sampah-sampah yang ada di lingkungan, terutama sampah dari bekas botol plastik merupakan sampah yang sangat sulit diurai dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk bisa hancur dan menyatu dengan tanah. 

Para masyarakat terutama para produsen minuman yang menggunakan botol plastik dalam menjual minumannya harus memiliki inovasi untuk mengolah limbah dari botol-botol plastik tersebut.

Salah satunya adalah dengan memilih-milih antara sampah botol plastik dan sampah lain ketika akan membuangnya agar bisa limbah botol plastik tersebut bisa digunakan dan dijadikan barang lain. 
 
Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup setidaknya menyebutkan saat ini sampah Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun dan 64 persen berakhir di TPA.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statisti (BPS) tingkat perilaku memilah sampah di rumah tangga masih relatif rendah, yaitu 18,84 persen. Sedangkan perilaku tidak memilah sampah sebelum dibuang masih relatif tinggi yaitu sekitar 81,16 persen.

(Baca juga: Indonesia Bertekad Hilangkan Sampah di Laut)

Program Plastic Reborn

"Salah satu permasalahan sampah ada pada perilaku masyarakat. Kami sadar tidak mudah merubah perilaku sehingga perlu sebuah pendekatan yang holistik. Melalui program Plastic Reborn, kami berinovasi memanfaatkan sampah kemasan plastik bekas menjadi tas multifungsi."

"Harapannya, ini bisa mengisnpirasi cara pandang masyarakat, khususnya anak muda terhadap sampah kemasan plastik dan pada akhirnya membangun perilaku kelola sampah yang lebih baik," ujar Titie Sadarini, Chief Executive Coca-Cola Foundation Indonesia dalam peluncuran program Plastic Reborn di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 27 Februari 2018.

Melalui program ini, Coca-Cola memfasilitasi pengumpulan botol kemasan plastik minuman di lebih dari 100 titik di Sekolah Menengah Atas dan Universitas di kawasan Jakarta untuk dkelola dan diproses menjadi tas multifungsi yang keren dan bernilai komersial. Dengan adanya program ini, diharapkan akan mendorong terciptanya praktik pengelolaan sampah yang terintegrasi. 









(TIN)