Gaya Berkirim Pesan yang Membuat Pasangan Tidak Tertarik

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 03 Oct 2018 11:58 WIB
romansa
Gaya Berkirim Pesan yang Membuat Pasangan Tidak Tertarik
(Foto: Bussiness Insider)

Jakarta: Berkencan di dunia modern, terutama dalam aplikasi daring, cukup kompleks. Bahkan, penolakan secara tak langsung kerap terjadi dalam bahasa teks. 

Menurut sebuah studi, 84 persen warga Inggris cenderung tak membalas pesan dari pasangan kencan mereka. Ini adalah salah satu penolakan yang wajar. 

Studi yang dilakukan oleh Match.com tersebut melibatkan 500 orang Inggris berusia di atas 25 tahun. Hasilnya, salah satu hal yang mengesalkan seseorang adalah hanya menjawab satu pertanyaan dari beberapa pertanyaan yang dikirimkan pada pasangan (40 persen).

Namun, sebanyak 35 persen merasa bahwa mendapat terlalu banyak pesan membuat mereka tak lagi tertarik bertemu. Sementara, 34 persen tak suka dengan pasangan kencan yang senang mengirimi swafoto. 

Penggunaan emoji secara berlebihan juga membuat tingkat ketertarikan menurun, di mana 39 persen partisipan mengakuinya. 

Di satu sisi, membalas pesan terlalu lama juga membuat seseorang enggan meneruskan hubungan ke tingkat selanjutnya. 

Tentu saja, dalam suatu hubungan tiap pasangan memiliki gaya berkirim pesan yang berbeda. Faktanya, dua per tiga warga Inggris (63 persen) mengungkapkan bahwa mereka lebih senang berkirim satu pesan penting bermakna dan sedikit percakapan personal. 

Soal isi pesan, swafoto (34 persen) dan kosa kata yang buruk (33 persen) adalah hal yang sebaiknya dihindari. Selain itu, data tersebut juga menunjukkan bahwa wanita lebih keberatan dengan panggilan mesra seperti 'sayang' daripada pria dengan perbandingan 35 persen dan 22 persen. 

Lihat video:




(DEV)