Seberapa Serius Pertengkaran Pengaruhi Keharmonisan Hubungan?

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 20 Jun 2018 14:37 WIB
romansa
Seberapa Serius Pertengkaran Pengaruhi Keharmonisan Hubungan?
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Komunikasi adalah hal yang yang penting dalam sebuah hubungan, bahkan melalui pertengkaran sekalipun. 

"Komunikasi menjadi tak penting jika hubungan sudah mati. Kita senang berkomunikasi dengan orang yang kita suka karena membantu hubungan jadi lebih baik," jelas psikiater konsultan Dr Pallavi Aravind Joshi dari Columbia Asia Hospital, Whitefield. 

Namun, jika hubungan sedang buruk, seseorang akan menghindar tanpa sadar, yang menunjukkan ketidaktertarikan. Banyak orang merasa bosan saat hubungan tak berfungsi dengan baik dan malas menjelaskan alasannya. 

Penurunan komunikasi tersebut, tak jarang menjadi pertanda berakhirnya sebuah hubungan. Pertengkaran yang semakin jarang pun bisa jadi salah satu ciri kandasnya hubungan. 

"Sering kali, kita bertengkar saat merasa ada sesuatu yang perlu dijelaskan dan penjelasan itu penting ketika kita menghargai proses pemikiran pasangan lain, tetapi ketika hubungan mencapai titik istirahat, pola ketidakpekaan berulang dan kritis masalah menjadi melelahkan bagi kedua pasangan," jelas Dr Joshi.

Umumnya, topik perkelahian yang umum dan pemicu yang diketahui. Namun, ketika perubahan yang diharapkan tidak terjadi dalam perilaku kedua pasangan, hubungan semakin menjadi disfungsional, karena hampir tidak ada yang tersisa untuk menjelaskan setelah diskusi panas berulang. 

Rasa ketidakberdayaan yang tiba-tiba berakibat pada orang-orang yang merasa bahwa tidak ada gunanya menjelaskan karena pihak lain berada di luar pemahaman. Jadi, bukan hanya perkelahian, tetapi keseluruhan komunikasi akan berkurang.

Tetapi juga ingat bahwa poin-poin itu mungkin tidak selalu menunjukkan akhir dari hubungan tetapi kematangan yang baru tumbuh.

"Beberapa kali, seseorang mengambil sikap dewasa setelah memahami psikodinamika dari pihak lain dan lebih memilih untuk tidak memperebutkan banyak masalah tetapi masih menghargai pasangannya. Dalam hal ini, hubungan tersebut tetap sehat," tambah Dr Joshi.




(DEV)