Desainer Asal Italia Suguhkan Batik Tulis di IFW 2018

Nia Deviyana    •    Jumat, 30 Mar 2018 06:00 WIB
indonesia fashion week 2018
Desainer Asal Italia Suguhkan Batik Tulis di IFW 2018
Pekan mode Indonesia Fashion Week (IFW) 2018 berlangsung mulai 28 Maret sampai dengan 1 April 2018 (Foto: Dok. IFW)

Jakarta: Pekan mode Indonesia Fashion Week (IFW) 2018 yang berlangsung mulai 28 Maret sampai dengan 1 April 2018 tak hanya dimeriahkan desainer lokal, tetapi juga internasional.

Ada yang menarik ketika para desainer internasional unjuk gigi di panggung IFW. Milo, desainer asal Italia justru memamerkan salah satu corak fesyen khas Indonesia, yaitu batik.

Pria asal Italia yang sudah lama tinggal di Indonesia itu menawarkan busana batik tulis dan digital printing lewat brand Milo’s.

"Saya suka sekali dengan batik. Tetapi saya menawarkan batik yang berbeda, batik sesuai sudut pandang saya. Saya desain motif sendiri, motif kontemporer, karena menurut saya, batik harus terus berkembang. Motif yang dulu harus tetap ada, tetapi untuk ke depan, motif-motif baru harus terus dikembangkan," kata Milo.

Koleksinya berupa kemeja pria hingga gaun panjang yang elegan.

"Gaun ini di bagian lehernya ada tali yang bisa ditarik (diserut). Jadi, ini bisa dipakai menjadi busana muslim juga," kata Milo yang sudah mengekspor koleksi Milo’s ke Kuala Lumpur dan Amerika Serikat.

Sebelumnya, Milo sudah mendesain dan memproduksi busana batik sejak 1998.

"Saya memulai dengan batik Madura. Saat itu, belum ada yang melirik batik Madura. Saya pilih batik Madura karena batik tulisanya terlihat lebih kasar dibanding batik Yogya, tetapi justru orang Amerika sangat senang karena lebih terlihat hand made-nya," jelas Milo.


Selain Milo, ada enam desainer luar negeri yang pamer karya di ajang mode bergengsi ini, di antaranya Koefia dari Italia, May Myat Waso dari Myanmar, Yone Yone dari Myanmar,  Ayse Denis Yegin dari Turki, Monica Lim (Fame Agenda) dari Australia, dan Datuk Sri Raja Rezza dari Malaysia.

May Myat Waso dan Ayse Denis Yegin telah lebih dulu memamerkan koleksinya pada pembukaan IFW 2018, Rabu, 28 Maret. May Myat menyuguhkan busana tradisional Myanmar yang dimodifikasi unsur modern.  

Bertolak belakang dengan May, Ayse menyuguhkan busana santai yang cocok dikenakan saat berlibur di pantai. Koleksinya berupa celana pendek, blus longgar, hingga bikini yang didominasi warna biru dan putih.

Selanjutnya, koleksi desainer Koefia asal Italia akan diperagakan di hari ketiga, Jumat, 30 Maret pada acara final Indonesia Fashion Model Competition.  

Koleksi Fame Agenda by Monica Lim juga akan digelar juga pada hari ketiga dalam peragaan gabungan bertema The Heritage of Ancient Komodo. Sedangkan koleksi Datuk Sri Raja Rezza akan digelar dalam acara penutupan IFW 2018 bersama koleksi Poppy Dharsono.


 


(DEV)