Proses Kreativitas Anak Lebih Penting daripada Hasilnya

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 26 Apr 2018 13:57 WIB
keluargaperkembangan anak
Proses Kreativitas Anak Lebih Penting daripada Hasilnya
Memperluas wawasan kognitif anak dengan memberi banyak pengetahuan untuk membuat anak semakin cerdas secara logika. (Foto: Rawpixel.com/Unsplash.com)

Jakarta: Perkembangan kreativitas anak dipengaruhi oleh berbagai hal. Salah satunya lingkungan di sekitar. Sebagai orang tua, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu mengembangkannya secara maksimal.

Pertama, memperluas wawasan kognitif anak dengan memberi banyak pengetahuan untuk membuat anak semakin cerdas secara logika.

Kedua, pengalaman emosi anak perlu diperkaya melalui pengalaman-pengalaman yang dihadapi anak.

"Pengalaman emosi seperti gagal, berhasil, menang, kalah, atau marah penting untuk pengembangan kreativitas," ujar psikolog Retno Dewanti Purba.

Kemudian, pengalaman sosial pun perlu diperbanyak agar memiliki koneksi di masa depan kelak. Semakin banyak sosialisasi yang dilakukan, maka semakin tinggi tingkat kreativitasnya, karena anak dipertemukan dengan berbagai jenis orang yang semakin membuat pikirannya terbuka.


(Dalam kreativitas, proses dianggap lebih penting daripada hasil. Oleh karena itu, hindari evaluasi atau sikap menghakimi karena itu akan menghambat kreativitas anak berkembang. Foto: Anna Samoylova/Unsplash.com)

(Baca juga: 6 Tahap Tumbuh Kembang Anak yang Harus Diketahui Orangtua)

Keterampilan anak juga perlu diperhatikan. Pada tahap ini orang tua harus jeli dalam melihat sinar atau bakat anak dan menuntunnya untuk bisa berkembang sehingga memberi manfaat bagi anak sendiri.

Dalam kreativitas, proses dianggap lebih penting daripada hasil. Oleh karena itu, hindari evaluasi atau sikap menghakimi karena itu akan menghambat kreativitas anak berkembang.

Orang tua sebaiknya tak langsung memutuskan tanpa mendengar alasan anak dalam setiap tindakan yang dilakukan. Di sinilah anak bisa mulai mengembangkan kreativitas yang dimiliki dengan bertanggung jawab karena selalu memiliki alasan untuk melakukannya.

Terakhir, tumbuhkan keberanian dalam diri anak untuk mencoba. Ini memang langkah yang sulit, namun dampak dari itu akan berpengaruh sepanjang hidup bagi dirinya atau orang lain.






(TIN)