Mengenal Konsep Microwedding dalam Pernikahan

Raka Lestari    •    Minggu, 12 Nov 2017 12:47 WIB
tips & trik
Mengenal Konsep Microwedding  dalam Pernikahan
(Foto: Vogue)

Jakarta: Pasangan di Amerika rata-rata menghabiskan lebih dari USD30 ribu untuk biaya pernikahan. Belum lagi permasalahan-permasalahan antar keluarga dan banyak lagi, biaya emosional tentunya tidak bisa dihitung.

Untuk itu Anda bisa mencoba Microwedding, sebuah perayaan yang intim (kecil) yang lebih ramah daripada harus melakukan perayaan yang besar-besaran dan tentunya bisa memberikan tingkat stress yang lebih sedikit.

Berikut alasan microwedding  bisa membuat Anda terhindar dari stress jelang pernikahan:

1. Daftar tamu undangan

Tidak ada lagi perdebatan-perdebatan yang menyiksa untuk menentukan siapa saja yang akan diundang atau bagaimana Anda akan mengundang.  Cukup mengundang orang tua dan orang-orang terdekat Anda saja. Bila daftar tamu undangan dipotong sampai 90 persen, kebanyakan orang akan mengerti jika mereka tidak diundang.

2. Dekorasi yang sederhana

Anda bisa melihat-lihat dekorasi yang bagus melalui instagram. Menyusun meja untuk acara pernikahan Anda sendiri. Dan karena tidak membutuhkan ruangan yang terlalu besar, tentunya hal tersebut bisa Anda lakukan sendiri atau dengan bantuan beberapa orang yang tentunya ramah bagi dompet Anda.

3. Baju pernikahan

Tidak perlu gaun pernikahan yang terlalu mewah, Anda bisa menggunakan gaun pernikahan yang sederhana namun bisa tetap memancarkan aura kebahagiaan yang Anda rasakan. Tidak perlu memaksa teman-teman Anda juga menggunakan dresscode  yang sesuai dengan tema pernikahan Anda.

4. Pernikahan impian

Kue yang luar biasa, bunga-bunga yang cantik, photo booth, atau apapun yang Anda impikan dalam pernikahan Anda. Hal-hal seperti itu tidak perlu dihilangkan, hanya saja Anda merayakannya dengan skala yang lebih kecil. Anda tetap bisa memiliki pernikahan impian Anda. Mungkin bisa membelanjakannya secara royal untuk biaya catering, aksesoris, atau apapun yang tentunya sesuai dengan kemampuan Anda. (Huffington Post)




(DEV)