Modest Fashion Summit 2018 Sebagai Momen Pertemuan Pebisnis Modest Fashion Dunia

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 22 Mar 2018 09:44 WIB
gayafesyen
Modest Fashion Summit 2018 Sebagai Momen Pertemuan Pebisnis Modest Fashion Dunia
Indonesia akan menjadi tempat pertemuan para penggerak usaha modest fashion dalam Modest Fashion Summit 2018 yang diselenggarakan pada 17-19 Oktober 2018. (Foto: Dok. Medcom.id/Sri Yanti Nainggolan)

Jakarta: Indonesia akan menjadi tempat pertemuan para penggerak usaha modest fashion dalam Modest Fashion Summit 2018 yang diselenggarakan pada 17-19 Oktober 2018 mendatang di Ciputra Artpreneur Jakarta.

Acara besar yang digagas oleh perusahaan fashion consultant berbasis di New York, Esa Brangta Wangko (EBW) WorldWide tersebut akan membawa berbagai pihak seperti investor, supplier, agency marketing, hingga buyer dari berbagai negara di dunia. 

"Modest fashion tak hanya berfokus pada satu segmen namun butuh hubungan persilangan, oleh karena itu kami akan mengumpulkan semuanya agar masing-masing memiliki akses pada satu sama lain nantinya," tukas Gabriella Wells selaku Director of Visual and Arts EBW dalam konferensi pers Modest Fashion Summit 2018, Selasa 21 Maret 2018. 

Jakarta sendiri dipilih sebagai kota pertama dalam event tahunan tersebut dengan alasan banyaknya jumlah Muslim di negara ini sehingga sudah menjadi ketertarikan tersendiri, terutama untuk modest fashion, yang identik dengan sopan dan tertutup. 

Gabriella melanjutkan, acara yang berbasis business to business (B2B) dan business to customer (B2C) tersebut akan menyasar negara-negara dimana modest fashion belum mendapat terlalu banyak perhatian, seperti Amerika dan Eropa. 

(Baca juga: Jakarta Modest Fashion Week Akan Digelar Juli Mendatang)

"Kami akan mempromosikan acara ini ke para buyer atau investor di Spanyol, Portugal, Panama, Argentina, dan negara-negara lain untuk melihat adanya kemungkinan untuk mengembangkan modest fashion," tambahnya. 

Acara yang berlangsung selama tiga hari tersebut akan diisi dengan fashion pop-up market di mana setiap desainer akan memiliki platform sendiri sebagai bentuk promosi, talk show yang mengundang praktisi fashion top, dan international fashiom museum dimana akan ada mini fashion show. 

Selain urusan bisnis, tujuan dari acara ini juga untuk meluruskan adanya kesalahapahaman dari makna modest fashion. 

"Modest wear seharusnya bersifat inklusif di mana ini adalah bagian dari gaya hidup, bukan hanya pada satu kalangan tertentu, misalnya karena kebanyakan desainer modest wear adalah Muslim," tukas Stevy Giani, Chief Creative Officer of EBW WorldWide pada kesempatan yang sama. 








(TIN)