Ini Alasan Mengapa Pernikahan Dini Masih Banyak di Perkotaan

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 28 Sep 2017 13:51 WIB
keluarga
Ini Alasan Mengapa Pernikahan Dini Masih Banyak di Perkotaan
Amrullah sebagai Child Marriage Program di organisasi non profit Plan International Indonesia mengemukakan bahwa gaya hidup turut berperan besar dalam hal menikah muda. (Foto: Emma Frances Logan/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kebanyakan orang berpikir bahwa pernikahan dini kerap terjadi di pedesaan. Faktanya, fenomena tersebut justru lebih marak di perkotaan.

"Tadinya kami berpikir tingkat pernikahan dini hanya meningkat di pedesaan. Ternyata, di kota juga naik," komentar Rohika Kurniadi selaku Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak Atas Pengasuhan, Keluarga, dan Lingkungan di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak RI dalam diskusi media, Rabu (27/9/2017) lalu.

(Baca juga: Perempuan Menikah di Bawah Umur Dinilai Masih Banyak)



Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Amrullah sebagai Child Marriage Program di organisasi non profit Plan International Indonesia mengemukakan bahwa gaya hidup turut berperan besar.

"Keinginan untuk menikah di usia dini bisa dipengaruhi gaya hidup dimana generasi sekarang, yaitu generasi Millennial, cenderung senang dengan perilaku berisiko atau risky behaviour," ungkap Amrullah pada kesempatan yang sama.

Risky behaviour tersebut kemungkinan besar disebabkan karena pola berpikir yang menjadi pedoman hidup. "Sekarang ada istilah You Only Live Once (YOLO) jadi mereka berani mencoba segala sesuatu karena itu."

Beberapa perilaku yang dinilai cukup berani dan berisiko yang umum dilakukan generasi tersebut diantaranya adalah bertukar jarum suntik yang dapat berisiko menularkan penyakit, usia merokok yang semakin muda, dan mulai berani terpisah dengan orangtua di usia muda.



"Bisa dibilang ini tren. Mengapa? Karena di South Carolina (Amerika Serikat), usia pernikahan juga terbilang muda. Kemungkinan mereka mengikuti gaya hidup luar," tambah Amrullah.

Selain gaya hidup, perpindahan penduduk juga memengaruhi fenomena pernikahan dini yang semakin tinggi di perkotaan.

"Mereka yang melakukan urbanisasi (perpindahan dari desa ke kota) masih membawa norma yang ada di tempat sebelumnya, yaitu terbiasa menikah di usia muda, bahkan usia anak," terang Amrullah.









(TIN)