Selamat Pagi Indonesia

Membaca adalah Keterampilan yang Harus Dibiasakan

   •    Kamis, 06 Apr 2017 14:27 WIB
minat baca
Membaca adalah Keterampilan yang Harus Dibiasakan
Ilustrasi. (ANTARA/Asep Fathulrahman)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah studi yang dilakukan Central Connecticut State University di Amerika Serikat menyebut Indonesia berada pada peringkat kedua terbawah dari 61 negara yang melek membaca. Indonesia hanya lebih tinggi satu peringkat dari Bostwana di posisi 60.

Duta Baca Indonesia Najwa Shihab mengatakan hal tersebut membuktikan bahwa aktivitas membaca di Indonesia belum menjadi budaya. Padahal berdasarkan pengalamannya selama setahun melanglang buana menjadi duta baca, Najwa menemukan bahwa persoalan di Indonesia bukan soal minat membaca, tapi lebih kepada fasilitas penunjang.

"Kalau kita lihat real di lapangan, anak-anak mau membaca dan haus bacaan. Persoalannya bukan minat, tapi bagaimana memastikan akses buku berkualitas bisa sampai ke anak-anak," ungkap Najwa, dalam Selamat Pagi Indonesia, Kamis 6 April 2017.

Menurut Najwa, menarik minat anak-anak untuk membaca cukup mudah. Orang tua hanya perlu memastikan untuk tidak membatasi buku atau literasi apa yang ingin dibaca oleh anak. Tentu dengan pertimbangan mengandung pesan-pesan positif dan layak dikonsumsi anak-anak.

Sediakan pula bahan bacaan yang atraktif, seperti memiliki jalan cerita yang unik agar anak betah membaca. Selain membangun kebiasaan, kosa kata dan diksi anak juga akan lebih dikenal oleh anak.

"Yang terbaik adalah mengenalkan jenis buku. Misalnya anak hanya mau membaca komik. Tidak apa-apa, yang penting mau membuat anak jatuh cinta dulu. Baru kemudian berikan mereka berbagai macam pilihan bahan bacaan," katanya.

Pembawa acara Mata Najwa ini juga percaya bahwa membaca merupakan keterampilan yang harus dibiasakan. Sama seperti berlari, seseorang harus latihan supaya mahir. Keterampilan itu, kata Najwa, tidak sebatas mengeja aksara.

"Membaca itu kan upaya untuk merengkuh makna, bagaimana menghubungkan satu alur pikiran dengan alur pikiran yang lain, melatih berpikir kritis, mengasah logika dan menemukan sebab akibat dari bukti-bukti yang ada," ungkap dia.

Selain membangun minat baca dengan berbagai macam bahan bacaan, Najwa juga punya trik membuat anak tertarik untuk membaca. Generasi milenial sudah lekat dengan teknologi. Bahan bacaan tak hanya berasal dari buku, ada beberapa perpustakaan digital yang menyediakan banyak bahan bacaan untuk anak.

"Dunia teknologi tidak bisa dihindarkan tapi bukan berarti dengan gadget kita tidak bisa membaca, hanya pilihannya lebih beragam. Jangan diberi batasan, kalau dia hanya suka satu topik tapi dari beragam bacaan tidak apa-apa. Buat keharusan yang penting jangan membaca yang ini saja," kata Najwa.

Trik lainnya, kata Najwa, buatlah kegiatan membaca sebagai aktivitas yang menyenangkan. Misalnya membaca dengan suara keras. Ini akan membuat pengalaman kognitif anak berbeda. Selain melihat tulisan, anak juga bisa mendengarkan.

Kemudian, buat jadwal teratur antara anak dan orang tua. Misalnya satu jam sehari tanpa gadget dan televisi. Orang tua bisa menemani anak untuk bersama-sama membaca. 

"Agar tidak bosan, coba juga role playing. Jadi ada satu cerita yang melibatkan ayah dan ibu untuk memerankan tokoh dalam cerita. Ini akan membuat anak memahami alur cerita yang dibawakan," jelas Najwa.




(MEL)