Istri Berpenghasilan Tinggi Berpotensi Alami Depresi

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 15 Aug 2017 10:55 WIB
studi kesehatan
Istri Berpenghasilan Tinggi Berpotensi Alami Depresi
(Foto: The Health Site)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah penelitian menyebutkan bahwa wanita yang berpenghasilan lebih tinggi dari pasangannya cenderung mengalami gejala depresi.

Penelitian dari University of Illinois di Urbana-Champaign, Amerika Serika tersebut menemukan bahwa kesejahteraan psikologis dari ayah dan ibu terganggu karena identitas dalam keluarga dan pekerjaan bermasalah dengan aturan gender secara konvensional, termasuk diantaranya penghasilan.

Mereka menemukan bahwa wanita yang menghasilkan uang lebih banyak dalam keluarga dilaporkan lebih sering mengalami gejala depresi.

Para peneliti Karen Kramer dan Sunjin Pak juga menemukan adanya efek berlawanan pada pria dimana kesejahteraan psikologis para ayah akan  semakin meningkat jika mereka menjadi pencari nafkah utama dalam keluarga.

Para peneliti menganalisa lebih dari 1.463 pria dan 1.769 wanita yang lahir pada 1957-1965. Kesejahteraan psikologis para partisipan diukur pada tahun 1991 dan 1994 menggunakan skala tujuh materi yang menaksir tingkat gejala depresi.

Penemuan tersebut mengindikasi bahwa kesejahteraan psikologis pria menjadi menurun jika mereka keluar dari pekerjaan untuk mengurus anak-anak di rumah, sementara wanita tak demikian.

"Kami mengobservasi perbedaan signifikan dan substansial secara statistik gejala depresi antara pria dan wanita," ujar Kramer.

Ibu dan ayah yang menyimpang dari aturan gender konvensional, seperri ayah yang keluar dari pekerjaan untuk mengurus anak, kemungkinan mengalami kesehatan mental yang negatif.

Namun, partisipan wanita yang melihat diri mereka dan pasangan sebagai pencari nafkah yang seimbang cenderung mendukung dan perhatian pada keluarga dan anak-anak mereka. Selain itu, mereka juga memiliki kesehatan mental yang lebih baik jika gaji dan pembagian gaji dalam keluarga meningkat.


(DEV)