Peragaan Busana dengan Tema Modest Fashion yang Simpel

Raka Lestari    •    Jumat, 20 Apr 2018 17:53 WIB
jakarta fashion and food festival 2018
Peragaan Busana dengan Tema Modest Fashion yang Simpel
Untuk ke-15 kalinya JFFF masih konsisten dengan visi mengangkat citra, harkat, dan martabat bangsa Indonesia di kancah internasional melalui sektor industri kreatif berbasis budaya. (Foto: Dok. Medcom.id/Raka Lestari)

Jakarta: Tahun ini Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) kembali diselenggarakan di Summarecon Kelapa Gading dengan rangkaian acara Fashion Festival dan Food Festival pada 5 April - 6 Mei 2018.

“Untuk ke-15 kalinya JFFF masih konsisten dengan visi mengangkat citra, harkat, dan martabat bangsa Indonesia di kancah internasional melalui sektor industri kreatif berbasis budaya. Kehadirannya telah menjadi sebuah program yang konsisten untuk melestarikan serta mengembangkan nilai budaya dan kekuatan perekonomian Indonesia melalui industri mode dan kuliner yang berbasis budaya,” ujar Chairman JFFF, Soegianto Nagaria.

Fashion festival yang difokuskan untuk menjadi wadah kreativitas dan inovasi para pelaku industri fashion, akan menghadirkan peragaan busana para desainer Tanah Air dalam ragam presentasi tren terkini dengan sentuhan budaya tradisi Nusantara. 

(Baca juga: Ini Tren Fesyen yang Akan Hits di 2018)


(Tahun ini Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) kembali diselenggarakan di Summarecon Kelapa Gading dengan rangkaian acara Fashion Festival dan Food Festival pada 5 April - 6 Mei 2018. Foto: Dok. Medcom.id/Raka Lestari)

Salah satunya adalah dengan mengangkat tema “Mode Simplicity” yaitu mengusung busana muslim dengan lebih simpel dan mudah dipakai.

“Saya mengambil tema senja. Terinspirasi dari pergantian siang ke malam. Lebih mengajak para anak muda untuk menggunakan hijab tapi tetap funky dan sopan,” ujar Ariy Arka dalam acara Press Conference Fashion Show “Modest Simplicity” di Harris Hotel & Conventions Centre, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat 20 April 2018.

“Untuk busana kali ini gayanya agak lebih ke arah street style. Mengambil lurik dari Yogyakarta. Gayanya pun sedikit milenial. Kita ingin memberitahukan bahwa jangan anggap hijab itu ribet atau susah. Makanya tema kita simplicity. Bisa juga mengajak orang untuk berhijab,” ujar Ariy.

Salah satu desainer lain, Lia Soraya mengangkat tema batik dan Candi Borobudur. “Tema kali ini saya tetap mengangkat batik.

Dilatarbelakangi oleh Borobudur sebagai tema sentral. Materil yang digunakan organdi sutra, motif yang digunakan Borobudur. Bordirannya menggunakan tangan dengan motif borobudur. Warna yang digunakan warna keabuan dan kecoklatan,” ujar Lia.




(TIN)