Wanita Karier Berefek Terhadap Profesi Anak Saat Dewasa?

Anggi Tondi Martaon    •    Senin, 23 Jul 2018 17:21 WIB
keluarga
Wanita Karier Berefek Terhadap Profesi Anak Saat Dewasa?
Wanita karier tidak hanya memberikan dampak terhadap finansial keluarga. Anak mereka juga akan merasakan manfaatnya pada masa akan datang. (Foto: Omar Lopez/Unsplash.com)

Jakarta: Wanita karier tidak hanya memberikan dampak terhadap finansial keluarga. Anak mereka juga akan merasakan manfaatnya pada masa akan datang.

Berdasarkan sebuah penelitian dari Amerika Serikat dan Inggris yang menganalisa data 100.000 pria dan wanita di 29 negara, wanita yang bekerja ternyata berhubungan dengan karier anak. 

Meskipun begitu, penelitian juga menyampaikan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara status pekerjaan seorang ibu dengan kebahagiaan anak di masa depan. Dengan kata lain, kebahagiaan tidak ditentukan oleh aktivitas ibu, apakah sebagai wanita karier atau bukan.

"Penelitian ini tidak mengatakan bahwa anak-anak dari ibu yang bekerja adalah orang yang lebih bahagia atau lebih baik, dan itu tidak mengatakan ibu yang bekerja lebih baik," kata penulis utama studi, Kathleen McGinn, seorang profesor di Harvard Business School saat dikutip dari Cnn.com.

(Baca juga: Studi: Memiliki Anak Memundurkan Jenjang Karier)


(Berdasarkan sebuah penelitian dari Amerika Serikat dan Inggris yang menganalisa data 100.000 pria dan wanita di 29 negara, wanita yang bekerja ternyata berhubungan dengan karier anak. Foto: Sai De Silva/Unsplash.com)

Dalam studi yang dilakukan, tim peneliti mengandalkan data dari dua survei sosial lintas negara, yaitu the Family and Changing Gender Roles yang dilakukan oleh the International Social Survey Programme, dan the Generations and Gender Survey.

Berdasarkan pengukuran data pada Social Survey Programme, kemungkinan anak perempuan yang mengikuti jejak ibunya sebagai wanita karier pada masa akan datang yaitu 21 kali lebih besar daripada yang ibunya tidak bekerja. Tak hanya itu, mereka juga pendapatanya juga jauh lebih tinggi.

Sementara berdasarkan survei yang dilakukan The Generations and Gender Programme menunjukan, anak wanita karier kemungkinan 1,19 kali mendapatkan pekerjaan pada usia 19 tahun.

Bagaimana dengan anak laki-laki? Pekerjaan ibu bukanlah prediktor yang signifikan dari hasil pekerjaannya. Oleh karena itu, tim peneliti menyebutkan diperlukan riset lebih lanjut karena hanya mengeksplorasi pekerjaan perempuan.




(TIN)