Perlunya Pendampingan Orang Tua Saat Anak Bereksplorasi

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 25 Apr 2018 08:00 WIB
keluargaperkembangan anak
Perlunya Pendampingan Orang Tua Saat Anak Bereksplorasi
Dalam bereksplorasi, psikolog Ratih Ibrahim juga menyarankan agar para orang tua ikut menemani atau terlibat, entah sebagai pengajar atau pengawas. (Foto: Neon Brand/Unsplash.com)

Jakarta: Salah satu karakter dalam masa pertumbuhan dan perkembangan anak adalah keinginan bereksplorasi.

Psikolog Ratih Ibrahim menjelaskan bahwa beberapa kemampuan dasar seperti berjalan dan berbicara menunjukkan bahwa anak sudah keluar dari fase bayi yang menuju manusia kecil.

"Artinya, dia siap bereksplorasi. Jadi, orang tua perlu memberikan stimulasi seperti melatih motorik mereka dengan mengajak berlari atau kegiatan lain," terangnya dalam konferensi pers Dancow Iya Boleh Camp, Selasa 24 April 2018.

Dalam bereksplorasi, Ratih juga menyarankan agar para orang tua ikut menemani atau terlibat, entah sebagai pengajar atau pengawas.

(Baca juga: Usia Berapa Idealnya Anak Mulai Belajar Berjalan?)


(Psikolog Ratih Ibrahim menjelaskan bahwa beberapa kemampuan dasar seperti berjalan dan berbicara menunjukkan bahwa anak sudah keluar dari fase bayi yang menuju manusia kecil. Foto: Brittany Simuangco/Unsplash.com)

"Orang tua perlu terlibat untuk bisa memastikan anak aman saat melakukan kegiatan."

Ratih juga menerangkan bahwa moment of truth saat bereksplorasi pertama kali akan memberi pengaruh besar pada si kecil. Ini adalah momen di mana anak melakukan pengalaman eksplorasi termasuk melihat, mendengar, menyentuh, mencium, dan merasakan.

"Itu semua adalah momen yang luar biasa penting bagi perkembangan aspek kecerdasan si kecil yang bisa menjadi fondasi pembentukan karakter kelak," tandasnya.

Namun, Ratih menyarankan agar aktivitas eksplorasi yang dilakukan sesuai dengan usia si kecil.

"Misalnya, untuk latihan jalan saat mereka berusia sekitar 1 tahun. Jangan (usia) 7 bulan sudah diajari," ia memberi contoh.





(TIN)