Kiat 'We Time' agar Pasutri tetap Harmonis

Anda Nurlaila    •    Selasa, 05 Feb 2019 15:10 WIB
tips keluarga
Kiat We Time agar Pasutri tetap Harmonis
Pasangan harmonis menjadi sistem pendukung yang paling penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. (Foto Ilustrasi: Derek Owens/Unsplash.com)

Jakarta: Adakalanya pasangan, istri maupun suami membutuhkan waktu sendiri atau 'me time'. Caranya bermacam-macam, mulai dari menggeluti hobi masing-masing, hingga bertemu dengan teman-teman.

Selain waktu pribadi, keharmonisan rumah tangga membutuhkan 'we time'. Saat inilah pasangan suami istri saling berkomunikasi untuk memperkuat hubungan.

Menurut Psikolog Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor, Dewi Mustikawati, membina hubungan keluarga memerlukan waktu berkualitas dan kuantitas yang cukup.  

"Kata orang lebih baik waktu yang berkualitas daripada kuantitas. Kalau bisa punya banyak waktu berkualitas bersama. Tapi memang yang paling penting adalah waktu yang berkualitas." ucap Dewi kepada Medcom baru-baru ini.

Waktu bersama akan menciptakan kedekatan dan saling merasa nyaman satu sama lain.

"Tetap ada keep in touch, sama-sama harus merasa homey, nyaman satu sama lain walaupun sepanjang minggu sibuk dengan pekerjaan," lanjutnya.

Klik di sini: Mengapa Bersin itu Nikmat?

Namun, tantangan zaman teknologi saat ini adalah gadget. Meski bersama dalam satu ruangan, kerap pasangan asyik dengan gadget dan dunianya sendiri.

"Harus ada keinginan untuk melakukan pendekatan-pendekatan personal untuk meningkatkan hubungan, baik dengan pasangan maupun dengan anggota keluarga lainnya. Jika tidak akan sulit membentuk ikatan," ungkap Dewi.

Aktivitas yang dilakukan bersama pasangan dapat meningkatkan romantisme dan menjaga keseimbangan dalam hubungan. Termasuk jika pasangan telah memiliki buah hati.

"Ciptakan kebersamaan lewat momen apa pun, kapan pun walaupun sekadar makan bersama atau jalan-jalan di taman sambil mengobrol, misalnya. Kadang-kadang saat makan bersama saja masih buka ponsel, sebaiknya hindari hal-hal ini," tegas Dewi.

Apabila hubungan pasangan dekat, persoalan yang terjadi dalam keluarga lebih mudah dihadapi. Termasuk dalam pengasuhan anak. Pasangan harmonis, menurutnya menjadi sistem pendukung yang paling penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak.

"Keluarga adalah stimulasi pertama yang diterima anak dan akan berpengaruh hingga dia lebih besar dan remaja," tegasnya.

Menjajal Wisata Ekstrem di Rampi Luwu Utara



(FIR)