Survei: Generasi Millennial Tak Siap dengan Realita di Dunia Kampus dan Kerja

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 05 Jul 2017 10:56 WIB
Survei: Generasi Millennial Tak Siap dengan Realita di Dunia Kampus dan Kerja
(Foto: Independent)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah penelitian menyebutkan bahwa generasi millennial tak siap dengan kenyataan seputar kehidupan kampus, dan hal tersebut membuat mereka panik dan cemas.

Beberapa wawancara dengan calon mahasiswa menemukan bahwa harapan pada universitas tidak sesuai dengan kenyataan dimana dua pertiga dari mereka mengharap menghabiskan lebih banyak waktu belajar daripada saat di bangku sekolah, namun ternyata belajar sendiri adalah kunci utama pada jenjang tersebut.

Selain itu, terkait finansial, lebih dari setengah para partisipan tak mengerti cara membayar tagihan. Kebanyakan dari mereka juga menyepelekan biaya hidup karena berpikir keuangan mereka baik-baik saja.

Dua pertiga dari mereka mengalami gangguan kesehatan mental dan berniat memberitahukannya pada universitas, dengan harapan institusi tersebut melanjutkannya pada orangtua terkait masalah tersebut.

Namun, faktanya cukup sulit bagi universitas untuk berfokus pada para mahasiswa yang berusia di sekitar 18 tahun atau lebih tersebut secara legal.

Penelitian tersebut dilakukan oleh Higher Education Policy Institute (HEPI) dengan melibatkan 2 ribu pendaftar universitas.

Awal tahun ini, seorang pembicara motivasi Simon Sinek berpendapat bahwa kebanyakan millennial gagal dalam dunia kerja karena strategi pengasuhan yang gagal. Menurutnya, anak muda zaman sekarang pantas mendapatkan 'medali sebagai terakhir'.

"Millennial bilang mereka ingin mendapatkan umpan balik dalam pekerjaan, namun yang mereka inginkan sebenarnya adalah pujian. Ketika Anda memberikan mereka respons negatif, mereka menangis atau keluar," terangnya.

Pemimpin HEPI Nick Hillman mengungkapkan bahwa para calon mahasiswa tersebut membutuhkan persiapan untuk menghadapi kenyataan kehidupan universitas dan institusi tersebut perlu membantu mereka beradaptasi.

"Sekolah, orangtua, dan universitas perlu membantu mereka yang meninggalkan jenjang pendidikan untuk menyadarkan  mereka dari harapan tersebut," tukasnya.
(DEV)