Plus Minus Berpacaran dengan Rekan Kerja

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 31 May 2018 12:14 WIB
survei
Plus Minus Berpacaran dengan Rekan Kerja
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Tak sedikit orang yang memiliki orang terdekat, baik pasangan maupun sahabat dari lingkungan kerja. Bahkan, sekitar 17 persen orang memiliki pasangan kerja, seseorang yang selalu berkirim pesan, berbicara tentang tekanan pekerjaan, dan nongkrong bersama secara konstan.

Sebuah penelitian dari totaljobs menemukan bahwa 22 persen orang bertemu dengan pasangan di tempat kerja juga. 

"Kebanyakan orang dewasa menghabiskan minimal 1.680 jam per tahun di kantor, sehingga Anda cenderung menghabiskan lebih banyak waktu dengan rekan kerja Anda daripada hampir semua orang," kata David Brudö, CEO dan salah satu pendiri aplikasi kesehatan mental Remente. 

"Meskipun Anda tidak bisa menjelaskan siapa rekan kerja Anda, kemungkinan besar Anda akan memiliki minat yang sama."

Dia menambahkan bahwa bekerja di kantor memberi kesempatan untuk mengenal seseorang dengan cara yang berbeda dengan berkenalan dengan seseorang melalui aplikasi kencan. 

"Dengan bekerja bersama setiap hari, Anda akan melihat bagaimana mereka menanggapi masalah, bertindak di bawah tekanan, dan berinteraksi dengan rekan kerja lain," katanya. 

Ia menambahkan, lebih mudah untuk mulai membagikan informasi pribadi dan simpati tentang kesulitan yang dihadapi di kantor dengan rekan kerja, melalui makan siang atau nongkrong setelah bekerja.

Survei terhadap 5.795 pekerja Inggris tersebut mengungkapkan bahwa dua dari tiga orang tak keberatan untuk berpasangan dengan rekan kerja, sementara sepertiga sisanya tidak akan pernah melakukannya. 

Alasan utama menghindarinya adalah karena tak ingin urusan pekerjaan dan asmara tercampur. 

Di satu sisi, 76 persen partisipan lebih suka merahasiakan hubungan romantis mereka di kantor. Ada aturan kantor yang tak memperbolehkan untuk berkencan dengan rekan kerja.

"Ada banyak alasan lain: risiko kehilangan pekerjaan, menjadi tak nyaman, atau muncul drama kantor yang dapat merusak reputasi profesional," tambah Brudö.

Jika hubungan tak berhasil, akan muncul konsekuensi tersebut dimana seseorang akan memiliki masalah emosional dengan mantan pasangan, yang merupakan rekan kerjanya. 

Selain itu, sekitar 60 persen partisipan mengatakan mereka merasakan tekanan untuk bertindak lebih profesional ketika mereka berada dalam hubungan kerja, dan 51 persen mengatakan mereka khawatir tentang gosip. 

Satu dari tiga orang mengatakan bahwa mereka merasa dihakimi oleh rekan kerja mereka karena berpacaran satu kantor, satu dari enam orang diolok-olok, dan satu dari 10 bahkan didiskriminasi.

Survei tersebut juga menemukan bahwa wanita yang berpacaran dengan manajer mereka lebih cenderung memiliki jenjang karier yang lebih cepat daripada seorang pria yang berpacaran dengan manajer mereka dalam hal promosi, gaji, dan bonus, dan bahkan hubungan dengan rekan lainnya.




(DEV)