Manfaat Mengajak Anak ke Bioskop

Raka Lestari    •    Kamis, 16 Aug 2018 08:00 WIB
keluarga
Manfaat Mengajak Anak ke Bioskop
Ketika menemani anak menonton bioskop, orang tua pun memiliki peran yang cukup penting. Salah satunya adalah dengan memilih film yang tepat. (Foto: Dok. Medcom.id/Raka Lestari)

Jakarta: Bioskop menjadi salah satu pilihan tempat hiburan yang disukai oleh anak-anak. Dengan mengajak anak-anak ke bioskop orang tua bisa mengajarkan anak-anak untuk bisa bersosialisasi dengan teman-teman mereka yang sebaya. Terutama ketika mereka menonton film yang memang sesuai dengan usia mereka. 

"Dengan mengajak anak-anak ke bioskop, mereka bisa memelajari nilai-nilai yang berlaku di lingkungan sosial," ujar Vera Itabiliana, Psi, seorang psikolog anak dan keluarga, dalam acara peluncuran dan exclusive preview Cinemaxx Junior di Kawasan Pluit, Jakarta Utara, Rabu, 15 Agustus 2018 lalu. 

Anak-anak menjadi bisa memahami bahwa ketika pergi ke bioskop terdapat aturan-aturan tertentu yang harus mereka patuhi, seperti harus mengantre terlebih dahulu, duduk harus tenang, tidak boleh mengganggu orang lain.

Selain itu sampah bekas makanan mereka tidak boleh dibuang sembarangan, tidak boleh berisik saat film diputar, dan tidak boleh berbicara keras-keras. "Jadi banyak hal yang mereka pelajari terutama tentang aturan dan disiplin," ujar Vera. 


(Cinemaxx Junior yang merupakan bioskop bertema anak-anak dan keluarga. Foto: Dok. Medcom.id/Raka Lestari)

(Baca juga: Sinema Pertama di Asia dengan Fasilitas Bermain Sambil Belajar)

Ketika menemani anak menonton bioskop, orang tua pun memiliki peran yang cukup penting. Salah satunya adalah dengan memilih film yang tepat yang akan ditonton oleh anak-anak. 

"Jika orang tua memilihkan film yang tepat untuk anak-anaknya, maka anak-anak akan mendapatkan nilai-nilai moral yang diperoleh," ujar Vera. Namun, ia juga menambahkan agar setelah menonton film, usahakan orang tua memiliki waktu diskusi dengan anak-anak mengenai apa yang sudah mereka tonton. 

"Tetapi setelah menonton film tetap harus ada diskusi, hal ini dilakukan agar orang tua memastikan anak-anak mereka menangkap hal-hal yang benar dalam film yang telah ditonton. Sehingga tidak ada salah persepsi atas apa saja yang diserap oleh anak-anak mereka setelah menonton film," tutup Vera. 





(TIN)