Kolektor Australia Pamerkan Kain Tradisional Indonesia di Museum Tekstil Jakarta

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 11 Jul 2018 07:49 WIB
batik
Kolektor Australia Pamerkan Kain Tradisional Indonesia di Museum Tekstil Jakarta
Kolektor kain tradisional Dr John Yu dan Dr George Soutter akan memamerkan berbagai tekstil dari beberapa daerah Indonesia di Museum Tekstil Jakarta. (Foto: Dok. Dr. John Yu)

Jakarta: Tak hanya pariwisata, kain tradisional Indonesia juga menarik perhatian warga internasional, salah satunya Australia. 

Kolektor kain tradisional Dr John Yu dan Dr George Soutter akan memamerkan berbagai tekstil dari beberapa daerah Indonesia di Museum Tekstil Jakarta pada 11 Juli hingga 5 Agustus 2018. 

Pameran yang bekerja sama dengan Mosman Art Gallery Sydney tersebut mengambil tema Encounters with Bali: A collector’s journey yang menampilkan 62 koleksi yang sudah dikumpulkan sejak 30 tahun yang lalu. 


(Kolektor kain tradisional Dr John Yu dan Dr George Soutter akan memamerkan berbagai tekstil dari beberapa daerah Indonesia di Museum Tekstil Jakarta pada 11 Juli hingga 5 Agustus 2018. Foto: Medcom.id/Sri Yanti Nainggolan)

"Sebagai kolektor, pameran ini adalah kehormatan yang saya juga bangga mengungkapkan bahwa pameran ini adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa warga Australia menghargai dan mencintai kebudayaan Indonesia," ujar Dr John Yu dalam pembukaan pameran di Museum Tekstil Jakarta, Selasa 10 Juli 2018.

(Baca juga: Batik For The World)

Ia bercerita kain pertama yang ia koleksi adalah kain dari Pulau Savu di Indonesia Timur dan bahwa Bali adalah tempat pertama yang ia kunjungi bersama Dr George di mana Pulau Dewata tersebut sudah menjadi pusat perdagangan, termasuk tekstil. 

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan mengungkapkan bahwa warga Australia tak pernah bosan dengan budaya Indonesia.


("Sebagai kolektor, pameran ini adalah kehormatan yang saya juga bangga mengungkapkan bahwa pameran ini adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa warga Australia menghargai dan mencintai kebudayaan Indonesia," ujar Dr John Yu dalam pembukaan pameran di Museum Tekstil Jakarta, Selasa 10 Juli 2018. Foto: Dok. Dr. John Yu)

"Minat warga Australia pada kain tradisional semakin meningkat dalam empat dekade terakhir, terutama batik," tukasnya. 

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Asiantoro pun mendukung adanya kerja sama dan dukungan budaya semacam ini antara kedua negara yang saling bertetangga, yang melibatkan Bali sebagai pintu gerbang wisatawan Australia.

"Bali adalah rumah kedua warga Australia. Bali titik awal kolektor untuk eksplorasi Indonesia."





(TIN)