Studi: Biaya Pernikahan Mahal Tidak Menjamin Kelanggengan Pernikahan

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 07 Jul 2018 17:36 WIB
pernikahan
Studi: Biaya Pernikahan Mahal Tidak Menjamin Kelanggengan Pernikahan
Studi: Biaya Pernikahan Mahal Tidak Menjamin Kelanggengan Pernikahan (Foto: istock)

Jakarta: Merencanakan pernikahan impian tak jarang mengeluarkan kocek yang cukup dalam. Di satu sisi, sebuah survei menyimpulkan bahwa semakin sedikit uang yang dikeluarkan dalam pesta pernikahan, semakin langgeng hubungan tersebut.

Dua profesor ekonomi Andrew Francis-Tan dan Hugo M Mialon menyurvei 3.000 pasangan yang telah menikah dan menemukan adanya karakter tertentu yang dapat meningkatkan kecenderungan bercerai.

Menurut studi tersebut, jumlah yang dihabiskan pasangan dalam cincin pertunangan dan resepsi berbanding terbalik dengan durasi pasangan.

Para peneliti menemukan bahwa semakin mahal cincin pertunangan, semakin besar kemungkinan bercerai, terutama untuk cincin dengan harga di atas USD 2.000 atau Rp28,2 juta.

"Secara khusus, dalam sampel pria, pengeluaran antara USD 2.000 dan USD 4.000 pada cincin pertunangan berkaitan dengan risiko perceraian di mana 1,3 kali lebih besar dibandingkan dengan pengeluaran antara USD 500 dan USD 2.000," demikian menurut penelitian tersebut.

Hal yang sama berlaku untuk pengeluaran resepsi di mana pernikahan dengan harga kurang dari USD 1.000 menunjukkan penurunan yang signifikan dalam kemungkinan perceraian dan pernikahan biaya lebih dari USD 20.000 menunjukkan peningkatan kemungkinan sebesar 1,6 kali dalam sampel wanita.

Para profesor juga menemukan bahwa satu karakteristik lain berdampak pada risiko perceraian adalah seberapa penting penampilan satu sama lain dalam keputusan untuk menikah.

"Penampilan pasangan adalah penting dalam keputusan untuk menikah secara signifikan terkait dengan durasi pernikahan yang lebih pendek," kata Profesor Mialon mengatakan kepada The Independent.

Meskipun cincin dan pernikahan dapat berdampak buruk terhadap durasi pernikahan, para peneliti menemukan bahwa pergi berbulan madu secara signifikan berkaitan dengan risiko perceraian yang lebih rendah.


(ELG)