Masa Kecil Bahagia Membuat Masa Tua Juga Cenderung Bahagia

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 13 Oct 2016 11:33 WIB
studi kesehatan
Masa Kecil Bahagia Membuat Masa Tua Juga Cenderung Bahagia
Penelitian menyebutkan, mereka yang tumbuh dalam keluarga hangat merasa lebih aman dalam sebuah hubungan saat berusia senja. (Foto: Happyfamilycs)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Psychological Science mengungkapkan, bahwa hubungan yang bahagia berasal dari masa kecil yang bahagia.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan selama lebih dari 6 dekade tersebut, para peneliti dari Harvard Medical School menemukan, bahwa mereka yang tumbuh dalam keluarga hangat merasa lebih aman dalam sebuah hubungan saat berusia senja, sekitar 80 tahun.

"Studi kami menunjukkan bahwa pengaruh dari pengalaman masa kecil bisa didemonstrasikan bahkan saat mereka berusia 80 tahun, memprediksi bagaimana bahagia dan amannya mereka dalam pernikahan selama itu," tukas peneliti Robert Waldinger dalam sebuah pernyataan.

Mereka menemukan, adanya hubungan antara masa kecil yang lebih hangat membuat manajemen emosi dan kemampuan interpersonal lebih baik saat berusia paruh baya, sehingga hal tersebut membuat kehidupan pernikahan semakin aman.

Metode penelitian
Waldinger dan Marc Shulz, seorang profesor Bryn Mawr College, mengumpulkan data dari 81 pria yang berpartisipasi dalam studi jangka panjang 78 tahun, dimana 51 mengikuti kelompok Harvard College dan sisanya dari Boston. Mereka mengikuti wawancara rutin tentang tiga fase dalam hidup: masa remaja, masa dewasa, dan masa senja (usia 70-80 tahun).

Dalam meneliti masa remaja, para peneliti melihat pada riwayat kehidupan di rumah, wawancara dengan orangtua partisipan, dan perkembangan berdasarkan pekerjaan sosial. Data tersebut digunakan untuk mengukur bagaimana lingkungan keluarga para pastisipan di masa kecil.

(Baca juga: Donna Batasi Kerja Demi Anak)

Ketika para pastisipan berusia 45-60 tahun, mereka melengkapi wawancara tentang tantangan apa yang saja yang mereka hadapi dalam berbagai hal seperti hubungan, pekerjaan, dan kesehatan fisik. Para peneliti menggunakan catatan dari wawancara asli untuk melihat kemampuan partisipan dalam mengatur emosi dalam menghadapi tantangan yang dihadapi.

Akhirnya, para partisipan melengkapi hasil wawancara yang berfokus pada keterikatan pada pasangan saat di usia 70-80 tahun. Mereka ditanyai tentang bagaimana pernikahan yang telah dijalani, termasuk seberapa nyaman mereka bergantung pada pasangan dan bagaimana mereka merasakan dukungan dari pasangan. Data tersebut menunjukkan bagaimana rasa aman yang dirasakan partisipan pada hubungan tersebut.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan yang memiliki lingkungan keluarga dengan masa kecil yang menyenangkan, memiliki hubungan yang lebih aman karena mereka terlatih dalam hal menguasai emosi saat berada di usia paruh baya.

Studi tersebut menambahkan, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa orang-orang dengan tipikal ini memiliki efek pencapaian yang sangat baik dalam hal kesejahteraan, pencapaian hidup, dan fungsional hubungan dalam menghabiskan hidup. 







(TIN)