4 Cara Mengajari Anak agar Berpikiran Terbuka

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 20 Oct 2017 12:31 WIB
perkembangan anak
4 Cara Mengajari Anak agar Berpikiran Terbuka
Belajar mendengarkan seseorang berbicara adalah hal yang tak mudah bagi anak kecil. Sarankan mereka untuk menatap mata lawan bicara saat sedang berbicara. (Foto: Annie Spratt/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bagaimana pola pikir anak kelak dipengaruhi oleh pola pengasuhan orangtua. Oleh karena itu, secara tak langsung, orangtua turut berperan dalam membentuk pemikiran anak saat dewasa nantinya. 

Bagi Anda yang memiliki pola pikir terbuka dan ingin menularkannya pada si kecil, cobalah memasukkan beberapa pembelajaran berikut dalam keseharian si kecil. 

1. Belajar berbicara pada orang baru
Kebanyakan anak merasa nyaman dengan orang-orang yang sudah dikenal dan enggan berinteraksi dengan orang asing. Meskipun tak mudah mengajarkan anak untuk berbaur, cobalah memberanikan anak untuk memulai pembicaraan. Misalnya, membuat si kecil mau membicarakan tentang kegiatan di akhir pekan dengan teman sekelas yang belum dikenalnya. 

(Baca juga: 5 Fakta tentang Otak Bayi)



2. Belajar mendengar
Belajar mendengarkan seseorang berbicara adalah hal yang tak mudah bagi anak kecil. Sarankan mereka untuk menatap mata lawan bicara saat sedang berbicara dan bertanya tentang hal yang ingin diketahui lebih dalam terkait pembicaraan. Dengan demikian, pembicaraan akan semakin menarik. 

3. Belajar menilai
Tak semua yang didengar adalah benar. Oleh karena itu, biasakan membuat anak bertanya tentang apa yang ia dengar, meski tak terus-menerus. Kebiasaan tersebut dapat membuat anak lebih terbuka terhadap berbagai pandangan. 

Kemampuan tersebut juga dapat melatih anak berpikir lebih kritis terkait informasi yang mereka terima, terlepas dari apakah itu bersifat menghasut atau tidak. 

4. Belajar kapan dan bagaimana tidak setuju secara konstruktif
Cobalah membuat anak lebih terbuka saat mendengarkan sesuatu yang berlawanan dengan pilihannya. Fokus pada mencoba memahami mengapa seseorang memegang keyakinan tersebut daripada memusatkan perhatian pada seberapa banyak Anda tidak setuju dengan mereka. 

Namun, ajarkan juga bagaiamana cara memberikan pandangan pribadi tanpa memicu pertengkaran, karena inti dari sebuah pembicaraaan adalah mendengarkan pesan dari seseorang. 










(TIN)