Sisi Positif Punya Sahabat yang Bicara Ceplas-ceplos

Raka Lestari    •    Kamis, 09 Nov 2017 17:48 WIB
Sisi Positif Punya Sahabat yang Bicara Ceplas-ceplos
Ada untungnya memiliki sahabat yang ceplas-ceplos (Foto: Tritondigitalcms)

Jakarta: Seorang teman yang baik tentu akan mendukung sahabatnya. Namun, kadang kita memiliki teman yang terlalu ceplas-ceplos dan membuat tidak nyaman dan sakit hati dengan kata-katanya.

Kita pun menjadi bertanya-tanya, bisakah orang seperti itu disebut sahabat?

Merasa tidak nyaman dengan nasehat pedas adalah hal yang lumrah. Kebanyakan orang menginginkan dukungan tanpa syarat dan tidak kritis. Namun, persahabatan semacam itu mungkin saja tidak sehat.

Menurut sebuah studi dari University of Plymouth, ketika seorang teman bersikap keras, mungkin saja mereka sebenarnya bermaksud baik meskipun mereka tidak menyadari bahwa apa yang mereka lakukan cukup keras.

Para peneliti di Inggris mengembangkan sebuah teori yang menempatkan kita di posisi orang lain, yang membuka kemungkinan kita akan melakukan tindakan serupa.

Peneliti meminta relawan untuk memainkan video game yang penuh dengan kekerasan, kemudian mereka diharuskan memberikan nasihat kepada pasangan yang pernah melewati masa-masa sulit dalam hubungannya.

Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa sukarelawan cenderung memberikan saran yang lebih keras kepada pasangan untuk menyelesaikan masalah mereka.

Berdasarkan hasil  tersebut, para peneliti menyimpulkan bahwa rasa empati yang tinggi menyebabkan orang memilih cara yang terkesan negatif untuk membantu temannya karena mereka menganggap cara tersebut bisa membuat temannya mengambil keputusan yang lebih baik.



 
(DEV)