Studi: Menikah Membuat Orang Lebih Bahagia

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 16 Feb 2017 12:44 WIB
psikologi
Studi: Menikah Membuat Orang Lebih Bahagia
(Foto: Wedding)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa orang yang telah menikah mengalami tekanan psikologis yang lebih rendah daripada para lajang.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Psychoneuroendocrinology tersebut menunjukkan bahwa tingkat hormon kortisol, penyebab stres, pada orang yang telah menikah lebih sedikit dibandingkan mereka yang masih sendiri.

Stres berkepanjangan dapat meningkatkan kortisol sehingga dapat mengintervensi kemampuan tubuh untuk mengatur peradangan, yang dapat menyebabkan berbagai penyakit berkembang dalam tubuh.

"Menarik menemukan bagaimana perjalanan psikologis yang bisa  menjelaskan bagaimana hubungan dapat memengaruhi kesehatan dan penyakit," ujar salah satu peneliti Brian Chin dari Carnegie Mellon University di Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat.

Dalam tiga hari, para peneliti mengumpulkan sample air liur dari 572 orang dewasa sehat berusia 21-55 tahun yang diambil berulang dalam kurun waktu 24 jam untuk melihat kortisol di dalamnya.

Hasilnya, partisipan yang telah menikah memiliki tingkat kortisol yang lebih rendah dibandingkan partisipan yang belum menikah atau telah bercerai.

Para peneliti juga membandingkan pola kortisol keseharian dari setiap partisipan dimana kebanyakan memuncak di pagi hari saat bangun tidur dan mulai menurun di siang hari.

Partisipan yang telah menikah menunjukkan penurunan yang lebih cepat, yang dalam hal ini ikut menurunkan risiko penyakit jantung dan meningkatkan angka survivor kanker.

"Data ini memberikan pandangan yang penting tenyang bagaimana hubungan sosial intim dapat memengaruhi kesehatan," ujar asisten penelitian Sheldon Cohen, profesor di Carnegie Mellon University.


(DEV)