Metro Plus

Mengenal Metode Persalinan Gentle Birth

   •    Rabu, 08 Mar 2017 12:33 WIB
persalinan
Mengenal Metode Persalinan Gentle Birth
Ilustrasi. (Foto: Giftxoxo)

Metrotvnews.com, Jakarta: Metode persalianan gentle birth atau persalinan secara alami mungkin belum terlalu populer ketimbang melahirkan secara normal, operasi cesar maupun melahirkan di dalam air atau water birth. Tapi tahukah Anda apa itu gentle birth?

"Filosofinya, gentle birth itu bagaimana seorang ibu mengkondisikan dirinya dapat melakukan persalinan dengan nyaman, rileks, dan menikmati rasa sakitnya bukan sebagai hal yang ditakutkan," ujar Fernandi Moegini, dokter spesialis kandungan dan kebidanan dalam Metro News, Rabu 8 Maret 2017.

Dokter Fernandi mengatakan, tujuan utama dari gentle birth adalah melahirkan dengan nyaman. Bisa secara normal, namun tidak menutup kemungkinan juga untuk operasi cesar jika dalam pemeriksan dokter ada beberapa kondisi ibu yang tidak memungkinkan untuk melahirkan normal.

"Gentle birth itu bagaimana mengkondisikan ibu untuk memahami semuanya agar bisa menjalani proses persalinan terbaik. Kalau yang terbaik itu normal, bisa menikmati rasa sakit dengan nyaman. Tapi kalau berisiko pun diharapkan si ibu dapat menerimanya," katanya.



Sementara itu, Bidan Yessie Aprillia mengungkapkan pada dasarnya proses melahirkan ikut dipengaruhi hormon oksitosin yang memicu seseorang merasa bahagia. Sehingga diharapkan para ibu yang akan melahirkan dapat menghadapi situasi tersebut dengan kebahagiaan pula.

Lagi pula, kata dia, gentle birth merupakan teknik melahirkan yang diadaptasi dari kearifan lokal, di mana pada zaman dahulu para ibu yang melahirkan mampu menghadapinya dengan perasaan bahagia dan nyaman. 

"Kalau saya bilang ini kearifan lokal. Kenapa nenek-nenek dahulu saja bisa melahirkan dengan nyaman tapi semakin kesini malah (asing)," katanya. 

Menurut Yessie setidaknya ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan oleh ibu untuk melakukan metode gentle birth. Yang paling utama, kata Yessie, calon ibu harus mengubah mindset bahwa melahirkan adalah peristiwa yang menyakitkan. 

"Paling penting harus memiliki knowledge, tentang persalinan itu sendiri kemudian tentang perubahan fisiki dan psikis yang terjadi saat persalinan sehingga suami juga tahu dan siap menghadapi itu," katanya.

Kemudian, calon ibu juga harus sadar dan memahami tubuhnya serta mampu melakukan trauma healing tentang proses persalinan. Sebab, menurut Yessie, masih banyak calon ibu yang berpikir bahwa persalinan itu sangat menyiksa.

"Bisa dengan self healing, hypnotherapy, meditasi dan lain-lain," lanjut dia.

Hal berikutnya yang harus dipahami calon ibu adalah olah nafas dan belajar merelaksasi tubuh agar tubuh bisa seimbang dalam menghadapi reaksi saat persalinan. Ibu yang hendak melahirkan juga disarankan untuk tetap bergerak agar posisi bayi turun hingga siap dilahirkan.

"Dan yang terakhir adalah peran kami sebagai provider yang siap membantu ibu melakukan proses persalinan," jelasnya.




(MEL)