Panggilan Si Kecil untuk Mama dan Papa

Yatin Suleha    •    Selasa, 18 Oct 2016 11:32 WIB
psikologi anak
Panggilan Si Kecil untuk Mama dan Papa
Sebaiknya, peraturan yang telah berlaku dalam keluarga harus dipatuhi. (Foto: Anima.lemerg)

Metrotvnews.com, Jakarta: Anda masih memanggil pasangan dengan sebutan "sayang", "honey", "darling", atau memanggilnya langsung dengan namanya? Sebaiknya pikirkan lagi.

Ternyata, menurut psikolog perkembangan anak Nisfie MH. Salanto, S.Psi, dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (LPTUI), Jakarta mengatakan bahwa usia toddler (1-2) si kecil merupakan si peniru hebat. "Dalam ilmu psikologi dikenal dengan concrete thinking, artinya si kecil hanya tahu benar dan salah. Jadi jika mama atau papanya memanggil dengan sebutan lain selain sebutan ibu-ayah, papa-mama, dan sebagainya, maka ia akan mengikutinya," ucap Nisfie.

(Baca juga: Tips Agar Anak Tidak Mudah Stres)

Karena fase peniruan ini, sebenarnya orangtua jangan dulu langsung menyalahkan si kecil. "Di sini letak peran orangtua yang harus memberikan contoh yang akan ditiru oleh si kecil. Maka panggillah pasangan Anda dengan panggilan yang semestinya, bukan sekedar memanggilnya dengan nama," jelas Nisfie.

Walau tidak ada aturan yang mengharuskan kita untuk memanggil ayah-ibu, mama-papa, atau mami-papi dan lainnya, namun Nisfie menekankan ada adat ketimuran yang tidak sebaiknya memanggil yang lebih tua hanya dengan nama, termasuk untuk Anda orangtuanya.

Untuk menekankan hal tersebut Nisfie memberikan tipsnya yaitu, tidak plin-plan dengan aturan pemanggilan. Hindari si kecil dari kebingungan yang membuatnya bisa mencari celah untuk membuat kesalahan lagi.

"Sebaiknya, peraturan yang telah berlaku dalam keluarga harus dipatuhi. Apapun alasannya, jangan sampai di luar lingkungan keluarga si kecil memanggil nama orangtua hanya dengan namanya saja, atau ikut memanggil "darling". Sehingga, jangan membuat peraturan yang sifatnya rancu atau membuat anak bingung."








(TIN)