Alasan Ilmiah Mengapa Hubungan antara Ibu dan Anak Begitu Kuat

Raka Lestari    •    Selasa, 28 Nov 2017 08:00 WIB
keluarga
Alasan Ilmiah Mengapa Hubungan antara Ibu dan Anak Begitu Kuat
Ibu dan anak memiliki keterikatan emosional yang kuat (Foto: CBC)

Jakarta: Baru-baru ini peneliti untuk Journal of Social Cognitive and Affective Neuroscience mencoba memahami ikatan antara ibu dan anak. Menggunakan pencitraan di jalur saraf empati, peneliti menganalisis otak remaja dan ibunya.

Para partisipan diminta untuk menempatkan diri mereka dalam keadaan sulit, kemudian membayangkan anggota keluarga mereka pada situasi yang sama.

Para ibu mengalami high-self overlap  yang berarti saat mereka menggambarkan anak mereka dalam situasi yang menyedihkan, otak mereka menunjukkan reaksi yang hampir sama dengan perasaan menyedihkan tersebut.

Namun ada beberapa pengecualian, misalnya ibu yang narsisistik ternyata tidak memiliki reaksi yang sama. Orang yang narsis memiliki kesulitan untuk memahami orang lain, berempati dengan mereka, atau merasakan keterikatan satu sama lain.

Jadi masuk akal jika orang yang tidak merasa empati tidak akan menampilkan jalur neuron yang sama seperti mereka yang memiliki rasa empati. Dengan kata lain, membayangkan orang lain dalam situasi yang menyedihkan tidak terlalu mengganggu mereka.

Hasil penelitian tersebut menjelaskan bahwa "empati yang dimiliki ibu yang sehat secara mental adalah keinginan alamiah untuk memahami, merespons perasaan dan perilaku anak mereka. Naluri keibuan inilah yang menyebabkan seorang ibu bersifat selektif dan protektif terhadap anak-anaknya."

Yang lebih mengejutkan lagi adalah para peneliti yang juga menemukan tingkat empati terhadap ibu mereka, bergantung pada kekuatan hubungan mereka. Semakin dekat ikatan antara ibu dan keluarga, semakin tinggi kapasitas empati pada remaja.




(DEV)