Studi: Wanita Lebih Baik dalam Hal Kepemimpinan daripada Pria

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 31 Mar 2017 13:30 WIB
karier
Studi: Wanita Lebih Baik dalam Hal Kepemimpinan daripada Pria
Studi: Wanita Lebih Baik dalam Hal Kepemimpinan daripada Pria (Foto: gettyimages)

Metrotvnews.com, Jakarta: Meskipun posisi pemimpin dalam dunia karier masih didominasi oleh pria, sebuah penelitian menyebutkan bahwa wanita lebih cocok dalam hal kepemimpinan dibandingkan pria.

Studi yang dipimpin oleh Professor Øyvind L. Martinsen, kepala divisi Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi di BI BI Norwegian Business School, tersebut meneliti karakter dan kepribadian dari sekitar tiga ribu manager.

Mereka menyimpulkan bahwa wanita adalah pemimpin yang lebih baik dibandingkan dengan pria dalam semua divisi.

Wanita mengungguli pria dalam empat dari lima kategori: inisiatif dan komunikasi yang jelas; keterbukaan dan kemampuan untuk berinovasi; sosialisasi dan dukungan; serta manajemen metodis dan penetapan tujuan.

Namun, pria tampak lebih baik daripada wanita dalam hal mengendalikan stres akibat pekerjaan dan stabilitas emosional.

"Perusahaan harus selalu berusaha untuk menarik pelanggan dan klien dan untuk meningkatkan produktivitas dan keuntungan. Hasil kami menunjukkan bahwa wanita secara alami berada di peringkat yang lebih tinggi, secara umum, dibandingkan laki-laki dalam berinovasi dan memimpin dengan kejelasan dan dampaknya," kata Profesor Martinsen.

Ia menambahkan, temuan tersebut menimbulkan pertanyaan terkait susunan hirarki manajemen dan dispensasi wanita yang saat ini tengah terjadi.

Di Amerika, jumlah wanita yang menjadi pemimpin di 500 perusahaan bergengsi mengalami penurunan hingga 12 persen tahun lalu.

"Survei ini menunjukkan bahwa pemimpin wanita kemungkinan mulai goyah karen amereka memiliki kecenderungan untuk khawatir semakin besar, atau stabilitas emosional yang lebih rendah,” kata rekan penulis studi Profesor Lars Glasø.

Namun, ia menambahkan, hal tersebut tidak menghilangkan fakta bahwa mereka jelas lebih cocok untuk posisi manajemen daripada rekan-rekan pria mereka.

"Jika pengambil keputusan mengabaikan kebenaran tersebut, perusahaan secara efektif bisa mempekerjakan pemimpin kurang berkualitas dan merusak produktivitas," tutupnya.



 


(ELG)