Studi: Ibu yang Berpikiran Terbuka Membuat Anak Lebih Kreatif

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 06 Dec 2017 12:53 WIB
keluarga
Studi: Ibu yang Berpikiran Terbuka Membuat Anak Lebih Kreatif
Anak-anak yang berpikir di luar kotak dan bersikap kreatif mendapatkan hal tersebut dari empat sifat dasar ibu mereka yang mendorong anak untuk mencoba hal baru dan berbeda. (Foto: Pixabay.com)

Jakarta: Ibu dengan kepribadian terbuka ternyata dapat menciptakan lingkungan yang kretif pada anak. Demikian menurut sebuah penelitian dari berberapa universitas di Polandia.

Pemimpin studi Joanna Martin Kwa?niewska menginvestigasi korelasi antara kepribadian ibu dan bagaimana hal tersebut memengaruhi kreativitas si kecil.

Setelah menyurvei sekitar 3000 ibu di seluruh Polandia, para peneliti menganalisa kepribadian mereka berdasarkan model Big Five Trait yang berfokus pada lima sifat utama: ekstraversi, kesetiaan, keterbukaan, kesadaran, dan neurotisme.

Para ibu juga diminta mengisi kuesioner yang menilai lingkungan dimana mereka membesarkan anak dan bagaimana hal tersebut memengaruhi kesediaan untuk berusaha kreatif.

Hanya ibu yang dilibatkan karena wanita di Polandia cenderung menjadi pengasuh utama dalam keluarga.


(Anak-anak yang berpikir di luar kotak dan bersikap kreatif mendapatkan hal tersebut dari empat sifat dasar ibu mereka yang mendorong anak untuk mencoba hal baru dan berbeda. Foto: Pixabay.com)

(Baca juga: Pentingnya Mengantar Anak pada Hari Pertama Sekolah)

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa ibu yang bersifat terbuka mampu menanamkan kondisi kreativitas terbesar pada anaknya.

"Penemuan kami menunjukkan bahwa keterbukaan pada pengalaman adalah prediktor positif utama aktivitas ibu yang membentuk iklim untuk kreativitas dalam hubungannya dengan anak," demikian menurut para peneliti.

Namun, keterbukaan bukanlah satu-satunya hal yang dapat mengembangkan kreativitas si kecil.

Karakter pentinv lainnya adalah ekstraversi, stabilitas emosional, dan kesetiaan.

Ibu yang ekstrovert, emosional, dan menyenangkan dapat memotivasi anak mereka untuk menjadi inovatif dan belajar dari kesalahan mereka.

Tampaknya, anak-anak yang berpikir di luar kotak dan bersikap kreatif mendapatkan hal tersebut dari empat sifat dasar ibu mereka yang mendorong anak untuk mencoba hal baru dan berbeda, mengajari mereka untuk tidak menyesuaikan diri dengan norma, mengajari mereka cara bertahan, dan memberi mereka kebebasan berkhayal.

Baik ayah dan ibu memiliki peran yang sama. Semua anak memiliki kemampuan untuk mendorong diri mereka secara kreatif, namun lingkungan mereka dapat memainkan peran besar dalam membantu mereka mencapai potensinya.










(TIN)