5 Kebiasaan yang Memperburuk Hubungan

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 20 Oct 2017 21:12 WIB
romansa
5 Kebiasaan yang Memperburuk Hubungan
Sibuk dengan ponsel saat sedang berbicara dengan pasangan seakan menunjukkan bahwa pasangan Anda bukanlah prioritas. (Foto: Jamie Street/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Semua orang ingin memiliki hubungan yang sehat dan bahagia. Namun, sayangnya beberapa kebiasaan buruk dapat mengakhiri hubungan tersebut. 

"Berakhirnya suatu hubungan tak hanya disebabkan oleh satu hal, namun berbagai hal yang secara perlahan mematikan hubungan tersebut," tukas psikolog klinis Ramani Durvasula.

Oleh karena itu, berikut adalah beberapa kebiasaan buruk yang jika terus dilakukan akan membuat hubungan mudah retak. 



1. Selalu sibuk dengan ponsel
Sibuk dengan ponsel saat sedang berbicara dengan pasangan seakan menunjukkan bahwa pasangan Anda bukanlah prioritas. 

"Cobalah selalu ada untuk dia, biarkan dia tahu bahwa Anda akan fokus padanya setelah membalas pesan di ponsel sebentar," ujar terapis keluarga dan pernikahan David Klow yang mengungkapkan bahwa membagi perhatian membuat seseorang merasa kurang berharga. 

2. Membuat lelucon tentang pasangan di tempat umum
Membicarakan hal-hal yang membuat pasangan tak aman adalah hal wajar bila dilakukan berdua, namun tidak bila dilakukan kepada publik. Menertawakan potongan rambut pasangan yang salah mungkin tak masalah bila hanya berdua, namun tidak bila Ande melakukannya di depan umum. 

(Baca juga: Cara Agar Tak Salah Memilih Kekasih)

3. Perhitungan
"Menghitung kebaikan dan kesalahan dapat menimbulkan kebencian. Daripada melakukan hal tersebut, cobalah menyeimbangkannya dengan konsep memberi dan menerima," pungkas Klow. 



4. Bertengkar lewat pesan teks
Pesan teks memberi banyak interpretasi. "Bertengkar melalui pesan teks hanya memulai kekacauan. Semua emoji tak bisa menggantikan kehangatan mata, semyuman, atau keseriusan Anda ketika berbicara; dan hal itu mengesalkan," tukas Durvasula.

5. Mengomentari keluarga 
Cobalah netral saat pasangan membicarakan keluarganya. "Jika ia membicarakannya, Anda bisa memperkuat pendapatnya jika Anda setuju. Namun, jangan jatuh ke perangkap yang bisa membahayakan Anda," saran Durvasula. 

Jika Anda memiliki masalah dengan perilaku keluarga pasangan. cobalah ungkapkan pada pasangan dengan lembut dan gunakan kata 'saya' agar pasangan tak merasa diserang. 











(TIN)