Benarkah Menikah Membuat Seseorang Semakin Bertanggung Jawab?

Sri Yanti Nainggolan    •    Senin, 18 Sep 2017 08:00 WIB
keluarga
Benarkah Menikah Membuat Seseorang Semakin Bertanggung Jawab?
Pernikahan yang baik adalah ketika kedua belah pihak berkontribusi secara seimbang terhadap tanggung jawab mereka. (Foto: Pablo Heimplatz/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Banyak orang berpikir bahwa pernikahan membuat seseorang semakin bertanggung jawab. Namun, ternyata tak selalu demikian.

"Anggapan bahwa pernikahan dapat membuat seseorang semakin bertanggung jawab adalah tak tepat dan tak ilmiah," tukas dr. Sanghanayak Meshram, psikiater dari Mumbai, India. 

Menurutnya, saat ini orang-orang sangat mempertimbangkan kapan akan menikah. Terlambat menikah saat ini sudah menjadi hal yang umum, artinya banyak orang menunggu hingga mereka menjadi lebih dewasa dan bertanggung jawab dalam mengambil langkah tesebut. 



Namun, terlepas dari itu, angka perceraian semakin meningkat. Ia menyimpulkan, bahkan pihak yang dewasa pun bisa berpisah dengan pasangannya. 

Jika demikian, bagaimana bisa dikatakan pernikahan dapat membuat seseorang semakin bertanggung jawab?

(Baca juga: 5 Nasehat Pernikahan untuk Pengantin Baru)

"Faktanya, pernikahan mengubah Anda dalam beberapa hal. Ketika Anda berbagi tempat tinggal, maka Anda akan menjadi perhatian pada kebutuhan pasangan Anda dan itu memengaruhi pemikiran Anda," terangnya. 

Pernikahan dapat mengubah perilaku, namun tak bertahan lama. 

"Menikahi seseorang untuk membuat mereka lebih bertanggung jawab juga bisa menjadi bumerang," Dr. Meshram memeringatkan. 

Ia mengambil contoh, seseorang yang mengalami masalah dalam pekerjaan juga akan berdampak pada pernikahan dimana beban tanggung jawabnya bertambah. 



"Ketika ia sudah stres dengan pekerjaan, masuknya orang lain dalam hidupnya juga bisa menjadi penyebab stres lain. Akibatnya, ia menjadi mudah gelisah."

Ia berpesan, pernikahan yang baik adalah ketika kedua belah pihak berkontribusi secara seimbang terhadap tanggung jawab mereka. 

"Berdasarkan pengalaman saya, masalah seperti penyalahgunaan zat atau perilaku ceroboh dimana pernikahan dipandang sebagai solusi, justru akan meningkat setelah menikah dan melahirkan anak," simpulnya. 











(TIN)