Bayi Suka Mendengar Suara Bayi Lainnya

Raka Lestari    •    Senin, 14 May 2018 07:02 WIB
perkembangan anak
Bayi Suka Mendengar Suara Bayi Lainnya
Dan menurut penelitian yang dilakukan oleh Linda Polka, seorang profesor di McGill University, bayi-bayi sangat suka mendengarkan suara bayi-bayi lainnya. (Foto: Shelby Miller/Unsplash.com)

Jakarta: Setiap kali bayi-bayi berada di dalam satu ruangan, mereka akan mencoba untuk mengikuti orang tua dengan saling mengobrol atau mengoceh satu sama lain yang tentunya hanya dimengerti oleh mereka sendiri.

Dan menurut penelitian yang dilakukan oleh Linda Polka, seorang profesor di McGill University, bayi-bayi sangat suka mendengarkan suara bayi-bayi lainnya. 

Polka bekerja sama dengan Lucie Ménard, seorang profesor linguistik di Universitas Quebec di Montreal, dan mahasiswa doktoral Matthew Masapollo untuk melakukan eksperimen pada bayi berusia 5 bulan.

Dengan menggunakan synthesizer yang mensimulasikan gerakan mulut, lidah, dan pita suara, mereka mampu menghasilkan suara vokal yang menirukan suara manusia. Bayi-bayi tersebut lebih memilih untuk mendengarkan suara bayi buatan yang mirip dengan suara bayi asli daripada suara orang dewasa dengan mendengarkan 40 persen lebih lama. 

Lalu, apa yang membuat suara bayi lebih menarik dibandingkan suara orang dewasa? Kebanyakan orang dewasa mungkin akan menganggap permasalahannya terdapat pada nada, itulah mengapa begitu banyak dari kita cenderung menaikkan suara kita sendiri satu atau dua oktaf lebih tinggi ketika berbicara kepada anak-anak kecil.


(Setiap kali bayi-bayi berada di dalam satu ruangan, mereka akan mencoba untuk mengikuti orang tua dengan saling mengobrol atau mengoceh satu sama lain yang tentunya hanya dimengerti oleh mereka sendiri. Foto: Echo Grid/Unsplash.com)

(Baca juga: Momen Perkembangan Bayi yang Menggemaskan)

Tetapi menurut para peneliti, masalahnya bukanlah itu. Para bayi masih lebih menyukai resonansi vokal pada bayi, sesuatu yang orang dewasa, dengan mulut besar mereka, tidak dapat melakukannya kembali.

Dikutip dari Parenting.com, menurut Gary Levy, Ph.D., seorang profesor penelitian dalam studi keluarga dan konsumen di University of Utah, di Salt Lake City, mengatakan bahwa itu karena bayi cenderung memiliki wajah yang cukup generik.

"Kebanyakan wajah bayi memiliki fitur yang sedikit ekstrem dibandingkan wajah orang dewasa,"katanya. Namun menurut Polka, "Bayi biasanya bersuara ketika mereka sendirian, tanpa interaksi atau kontak mata dengan orang lain. 

Itu karena bayi perlu belajar bagaimana cara berbicara sehingga mereka akan menghabiskan banyak waktu dengan menggerakkan mulut dan pita suara mereka untuk memahami jenis suara yang dapat mereka buat sendiri. Mereka perlu, secara harfiah, untuk menemukan suara mereka sendiri." Dan mereka perlu berbicara dengan bayi lainnya yang mungkin dapat membantu menunjukkan caranya kepada mereka.





(TIN)