Pentingnya Aktivitas di Luar Sekolah bagi Si Kecil

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 02 May 2018 11:37 WIB
perkembangan anak
Pentingnya Aktivitas di Luar Sekolah bagi Si Kecil
Berikut adalah beberapa manfaat dari melibatkan anak dalam aktivitas di luar edukasi formal. (Foto: Neonbrand/Unsplash.com)

Jakarta: Selain fokus pada pendidikan, anak juga perlu mengembangkan kemampuan lain untuk menunjang tumbuh kembangnya. Inilah mengapa anak sebaiknya diikutkan dalam kegiatan ekstrakurikuler. 

Berikut adalah beberapa manfaat dari melibatkan anak dalam aktivitas di luar edukasi formal. 

1. Kemampuan membuat keputusan
Biarkan anak memilih sendiri aktivitas yang disukai dan bisa mereka lakukan. 

"Ketika mereka memilih kegiatan yang ingin diikuti, mereka akan mencari tahu dan memutuskan apakah mereka menikmatinya. Hal tersebut menciptakan kesadaran diri, mengetahui apa yang mereka suka atau tidak, dan bagaimana membuat keputusan yang sesuai," tukas Dr Sanam Hafeez, seorang psikolog klinis berlisensi berbasis di New York City. 


(Biarkan anak memilih sendiri aktivitas yang disukai dan bisa mereka lakukan. Foto: Kelly Sikkema/Unsplash.com)

2. Percaya diri 
Membiarkan anak melakukan sesuatu yang disukai dapat meningkatkan kepercayaan diri. Tak hanya pada bidang yang disukai, rasa percaya diri tersebut juga dapat muncul dalam urusan studi. 

(Baca juga: Kapan Waktu Terbaik Merencanakan Pendidikan Anak?)

3. Sosialisasi
Kegiatan di luar sekolah juga membantu mengembangkan keterampilan sosialisasi pada anak karena memberi mereka lebih banyak waktu untuk berinteraksi dengan bebas. Psikolog klinis John Mayer mengungkapkan bahwa pengalaman bersosialisasi yang gagal bisa membuat mereka belajar, yang tentunya penting dalam kehidupan si kecil. 

4. Persahabatan
Persahabatan tak hanya terbentuk di sekolah, namun juga saat melakukan aktivitas lain. "Mereka bisa mencari sahabat sebaya yang memiliki minat yang sama," tukas Mayer. 


(Persahabatan tak hanya terbentuk di sekolah, namun juga saat melakukan aktivitas lain. "Mereka bisa mencari sahabat sebaya yang memiliki minat yang sama," tukas Mayer. Foto: Channey/Unsplash.com)

5. Semangat
Salah satu tujuan dari mengikuti ekstrakurikuler adalah mencari tahu bidang yang menjadi semangat anak. Anak-anak yang menemukan hasrat sejak awal memiliki insentif yang lebih besar untuk tetap fokus, dan mereka belajar apa yang dibutuhkan dalam bekerja menuju tujuan.

"Salah satu defisit terbesar yang saya temui pada remaja yang mengarah pada penyalahgunaan zat, agresi, nilai buruk, kurangnya motivasi, kenakalan, dan seterusnya; adalah bahwa mereka belum menemukan gairah mereka," kata Mayer. 

6. Kerja tim dan pemikiran strategis
Meski tak semuanya, beberapa aktivitas membutuhkan kerjasama tim, misalnya ekstrakurikuler olahraga. 

"Olahraga tim sangat bagus untuk membangun kerja sama tim dan keterampilan komunikasi, serta membantu anak-anak mengembangkan pemikiran strategis: 'Apa tim yang baik? Bagaimana kita akan mempertahankannya?'" Kata Katherine Firestone, pendiri Fireborn Institute.





(TIN)