Jalin, Program Indonesia dan Amerika untuk Kesehatan Ibu dan Bayi

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 22 Dec 2017 18:58 WIB
keluarga
Jalin, Program Indonesia dan Amerika untuk Kesehatan Ibu dan Bayi
Melalui Jalin, Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) akan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pixabay.com)

Jakarta: Bertepatan dengan Hari Ibu yang jatuh pada hari ini, 22 Desember 2017, Indonesia dan Amerika Serikat mengumumkan peluncuran program baru yaitu “Jalin”. Program yang akan dilaksanakan selama lima tahun dengan dana total USD55 juta ini bertujuan untuk membantu menyelamatkan jiwa ibu dan bayi baru lahir dari kelompok tidak mampu dan rentan di Indonesia. 

Melalui Jalin, Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) akan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir di fasilitas kesehatan pemerintah dan swasta. 

Program tersebut akan membantu meningkatkan efisiensi dan efektivitas sistem rujukan medis dan bekerja sama dengan para profesional kesehatan di sektor publik maupun swasta, penyedia jasa asuransi, dan penyusun kebijakan agar lebih responsif terhadap kebutuhan pasien. 

Dari tahun 2017-2019, Jalin akan mengimplementasikan kegiatan dengan dana hingga 32 juta dolar di enam provinsi. 

Koordinasi lintas sektor, organisasi profesi, akademisi, masyarakat dan sektor swasta harus memainkan peran penting ntuk menurunkan kematian ibu dan bayi baru lahir. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan berkomitmen untuk bekerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan masyarakat yang sehat dan sejahtera. 

Pelaksana Tugas Duta Besar AS, Kimberly Kelly mengungkapkan, Amerika Serikat dengan bangga mengumumkan satu kemitraan baru dengan Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi baru lahir. 


(Melalui Jalin, Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) akan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir. Foto: Ilustrasi. Dok. Pixabay.com)

Keduanya akan memobilisasi pembiayaan publik dan swasta untuk menyediakan pelayanan kesehatan dan solusi untuk ibu dan bayi baru lahir yang cepat, efisien, dan berkualitas tinggi.

“Dengan memastikan bahwa ibu dan bayi baru lahir sehat, kita memperkuat keluarga dan membangun masyarakat yang lebih tangguh dan sejahtera,” kata Kelly dalam rilis yang diterima Metrotvnews.com, Jumat 22 Desember 2017.

(Baca juga: Keluarga yang Habiskan Waktu Bersama di Rumah Terbukti Lebih Bahagia)

Penurunan angka kematian ibu dan bayi baru lahir terus menjadi prioritas utama Pemerintah Indonesia dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2015-2019 dan berkomitmen untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan khususnya kesehatan ibu dan bayi baru lahir pada tahun 2030. 

Meskipun Pemerintah Indonesia telah mencapai kemajuan yang signifikan selama 20 tahun terakhir, tapi target penurunan angka kematian ibu dan bayi baru lahir belum tercapai.

Berdasarkan Survei antar Sensus 2015, 305 ibu meninggal per 100 ribu kelahiran hidup. Sementara, Survei Demografi Kesehatan Indonesia 2012 menyebutkan bahwa 19 bayi baru lahir meninggal per 1000 kelahiran hidup. 

Target dari program tersebut adalah menurunkan angka kematian Ibu hingga 70 per 100.000 kelahiran hidup, dan 12 kematian bayi baru lahir per 1000 kelahiran hidup.

Melalui Jalin, Indonesia dan Amerika Serikat akan bekerjasama untuk menyediakan layanan perawatan dan kesehatan yang lebih baik untuk para ibu dan bayi baru lahir dan karenanya, memperkuat keluarga dan masyarakat terutama di daerah Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Indonesia Timur, Sumatra Utara, Sulawesi Selatan, dan Jawa Barat.










(TIN)