Galau itu Netral

   •    Senin, 09 Oct 2017 13:09 WIB
keluarga
Galau itu Netral
Ilustrasi. (Thinkstock)

Metrotvnews.com, Jakarta: Galau atau perasaan tidak nyaman dan tidak tenang bisa terjadi pada siapa saja. Tak peduli laki-laki atau perempuan bahkan usia dari anak-anak hingga lanjut usia.

Bicara galau, motivator Edvan M Kautsar mengatakan galau tak selamanya negatif. Menurut Dia, galau justru merupakan perasaan yang netral. Hanya saja respon yang ditimbulkan akibat galau pada masing-masing orang akan berbeda.

"Galau itu netral, tidak positif tidak juga negatif. Responsnya yang kadang positif atau negatif," kata Edvan, dalam I'm Possible, Minggu 8 Oktober 2017.

Edvan mencontohkan patah hati. Perasaan galau saat patah hati, kata Edvan, adalah hal wajar. Itu artinya, radar hati seseorang masih berfungsi dengan baik tinggal bagaimana menyikapinya dan berapa lama akan menanggungnya.

Seperti patah hati, Edvan mengibaratkan galau adalah air dalam gelas. Ketika memegang gelas satu menit apakah tangan akan merasa sakit atau pegal? Kemudian bandingkan dengan jika memegang gelas sampai 1 jam, 1 hari, 1 bulan, bahkan satu tahun, maka gelas yang awalnya ringan akan terasa berat.

Baca juga: Warga Bandung Kini Punya `Kekasih` untuk Curhat

"Begitu juga galau, semakin lama kita memegang galau seperti memegang gelas tadi maka rasanya semakin berat. Akhirnya hidup tidak produktif, masa depan suram," kata Edvan.

Edvan mengatakan yang harus dilakukan kemudian agar galau tak mengganggu kehidupan adalah bagaimana menjadikan rasa tersebut sebagai pemicu untuk berbuat sesuatu yang lebih produktif, lebih semangat, demi meraih cita-cita yang diimpikan.

Sebagai contoh pembelajaran, kata Edvan, dulu banyak dari orang tua menikah muda dan tidak menggalaukan masa depan. Akibatnya, tiba masa tua banyak dari mereka yang menyesal tak bisa berbuat hal produktif ketika masih memiliki kesempatan.

"Ketika kita galau dan masih muda itu positif, jadikan itu sebagai trigger atau sinyal yang membuat diri kita lebih yakin, produktif, bersemangat bahwa kita bisa berubah, sukses dan meraih apa yang diimpikan," katanya.




(MEL)