I'm Possible

Membangun Relasi Demi Harmonisasi

   •    Senin, 27 Mar 2017 10:04 WIB
keluarga
Membangun Relasi Demi Harmonisasi
Ilustrasi. (Telugu One)

Metrotvnews.com, Jakarta: Berbagai peristiwa yang mengubah kehidupan kadang membuktikan tak semua hal berjalan dengan mulus. Begitu pula dalam membangun keluarga setelah terikat pernikahan.

Banyak hubungan antara suami istri atau orang tua dan anak yang justru tak terkoneksi. Akibatnya, sebuah keluarga hanya sebagai status, namun di dalamnya tak ada hubungan.

Jika hal itu terjadi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengembalikan harmonisasi dalam keluarga. Salah satunya dengan dating. Dating dalam hal ini bukan hanya bertemu kemudian membahas hal-hal penting, melainkan juga membangun relasi.

"Dating itu bukan berbicara yang penting tapi yang penting berbicara. Membicarakan isi hati, pikiran, perasaan, karena itu sebenarnya membangun relasi," ujar coach Jarot Wijanarko dalam I'm Possible bertajuk Yang Penting Dating, Minggu 26 Maret 2017.



Jarot mencontohkan, kadang hubungan antara orang tua dan anak hanya sebagai status. Sehingga antarkeduanya menjadi berjarak. Anak memberi jarak pada orang tua dan sebaliknya.

Sementara menurut Jarot, relasi yang paling kuat adalah yang dibangun atas dasar saling mencintai. Karenanya, untuk membuat hubungan orang tua dan anak tak hanya sekadar status, ada beberapa hal yang perlu dilakukan. 

"Anak di atas 12 tahun mungkin sudah mengerti kagum dengan sosok orang tuanya, tapi di bawah 6 tahun definisi cinta itu sederhana, love is time. Ketika orang tua menyediakan waktu di tengah sibuknya, anak menjadi tahu bahwa dia penting," katanya.

Bukan cuma menyediakan waktu, kata Jarot, kadang orang tua juga tak mampu memengaruhi anak untuk menjadi figur lebih baik dengan nasihat. Nasihat mungkin bisa disampaikan ke anak karena anak akan mendengar, namun yang paling penting adalah apakah nasihat itu masuk ke hatinya atau tidak. 

Jarot mengatakan, kadang membangun hubungan itu tak harus melarang anak untuk tidak melakukan sesuatu. Upayakan agar orang tua tak lebih banyak melarang, namun mengendalikan, membatasi bahkan menjadikannya motivasi.



Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk membangun relasi dengan anak adalah menciptakan memori tak terlupakan bersama anak. Misalnya, ketika anak pertama kali sekolah, orang tua harus ada untuk memberikan dukungan. Atau untuk anak usia di bawah 6 tahun bisa dimulai dengan mendongeng.

"Karena survei menunjukkan anak-anak usia di bawah 6 tahun itu menyukai story telling. Ini bukan hanya menyampaikan informasi tapi juga membangun relasi," katanya.

Lalu apa yang bisa dilakukan ketika anak sudah terlanjur besar dan tak ada kesempatan untuk memperbaiki hubungan? Jarot mengatakan masih banyak waktu dan kesempatan bagi orang tua untuk membangun relasi dengan anak.

Jarot mengatakan, akan ada saat di mana anak merasakan hal-hal baru untuk mengalaminya. Misalnya pertama kali masuk SMA, pertama kali memiliki pacar, pertama kali menikah, dan lain-lain.

"Tidak ada kata terlambat untuk sesuatu yang baik, karena akan selalu ada hal baru," ungkapnya.




(MEL)