GoodHomes, Aplikasi Baru untuk Gaya Hidup Jakarta

Insaf Albert Tarigan    •    Jumat, 12 May 2017 18:26 WIB
keluargafeature gaya
GoodHomes, Aplikasi Baru untuk Gaya Hidup Jakarta
Founder Sparklin, Inggrid Manangka (Foto:Dok.Pribadi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ibu dari tiga anak, istri seorang eksekutif di industri teknologi, rutin berolahraga, dan menjalankan perusahaan sendiri. Bagaimana Inggrid Manangka masih memiliki waktu, katakanlah, sekadar berpakansi --tanpa agenda-- bersama keluarga?

“Hahaha. Saya enggak sesibuk itu kok,” kata wanita ramah ini dalam perbincangan kami sore itu, di bilangan Kemang, Jakarta Selatan. Sesekali, Inggrid melirik ke arah ponsel pintarnya yang berkedip-kedip.

Inggrid mengaku sudah bisa menjalani hidup dengan lebih santai karena dua anak laki-lakinya sudah beranjak remaja dan mandiri. Dengan demikian, dia lebih leluasa meluangkan waktu bersama anak perempuannya yang bungsu: dari mengantar les piano sampai menemani latihan gymnastic.

“Maaf sebentar ya, saya sedang mengambil kursus online di Wharton School. Jadi mesti pastiin jadwal dulu,” katanya sembari mempersilakan kami memesan minuman.

Perbincangan pun akhirnya mengalir lancar. Inggrid dengan semangat dan ekspresif bercerita ihwal kecintaannya mengurus bisnis Housekeeping Service. Berangkat dari nalurinya sebagai ibu rumah tangga yang selalu ingin melihat rumah dalam keadaan rapi dan bersih, Inggrid merintis perusahaan yang dia sebut Sparklin, sejak tahun 2015. Sparklin menawarkan layanan berbenah rumah oleh tenaga profesional dan berpengalaman. Mereka bekerja di bawah pengawasan supervisor untuk menjamin kualitas layanan tetap terjaga

“Saya membuat Sparklin berdasarkan pengalaman pribadi. Tak mudah mengurus tiga anak, suami, bisnis, dan rumah secara bersamaan setiap hari. Apalagi, di kota Jakarta yang sering macet. Tak ada yang bisa saya abaikan karena semuanya penting,” kata Inggrid.

Alih-alih stres karena terjebak dalam situasi dilematis ini, Inggrid justru mendapatkan inspirasi untuk menyediakan layanan digital yang dapat meringankan beban kesibukan hidup masyarakat Jakarta. Sebagai ibu, dia sangat paham akan pentingnya kebersihan rumah bagi seluruh penghuninya, dan terutama untuk anak-anak. Inggrid mengaku, Sparklin berjalan dengan misi untuk membantu meningkatkan kualitas keluarga di Jakarta.

"Because home is where your heart is. Home should be our happy place," katanya.

Seiring perjalanan waktu, Sparklin akhirnya berkembang dan telah memiliki pelanggan setia yang tersebar di daerah Kemang, Ragunan, Pondok Indah, Pejaten, Kebayoran Baru, Sudirman dan Senyan. Inggrid menjalankan bisnisnya dengan semangat dan lebih mengutamakan kualitas layanan dibanding kuantitas. Karena itu pula, dia baru menyediakan layanan Sparklin untuk pelanggan dengan radius 7 kilometer dari Kemang.

Meski demikian, Inggrid belum puas. Dia ingin menjangkau lebih banyak penduduk Jakarta dalam waktu secepat mungkin. Ini bukan perkara mudah. Inggrid menyadari, dia perlu melakukan inovasi berbasis teknologi.

Karena itu, berkat dukungan sang suami, Inggrid bersiap merilis aplikasi mobile, GoodHomes, pada 18 Mei 2017, di Jakarta. Aplikasi tersebut akan mewadahi layanan Housekeeping Service yang telah dirintisnya secara offline setahun belakangan. Aplikasi mobile tersebut memungkinkan pelanggannya untuk memesan asisten profesional guna membantu tugas-tugas yang berkaitan dengan rumah tangga sehari-hari. Misalnya, berbelanja kebutuhan rumah tangga, layanan transportasi singkat, layanan pengantaran ke bandara, membersihkan rumah, atau memesan tukang.

Melalui layanan digital ini, Inggrid ingin membantu meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta, baik yang sudah berkeluarga maupun yang masih lajang. Dia ingin warga Jakarta lebih mudah mengatur waktu mereka yang berharga untuk hal-hal yang menyenangkan: berkumpul bersama keluarga, beristirahat, bermain atau bercengkerama bersama teman-teman.

“Saya sadar. Jika perusahaan ingin berkembang cepat dan menjadi disruptor, maka kami perlu menerapkan teknologi. Artinya, kami akan fokus agar kemajuan bisnis perusahaan ini ditopang oleh teknologi,” katanya.

Tanpa terasa, sudah hampir dua jam kami bercakap-cakap. Minuman di gelas kami juga sudah hampir habis. Inggrid melihat Apple Watch di pergelangan tangannya.

“Wah, sudah jam 3 sore. Saya harus pamit, ada meeting lagi jam 4 di kantor,” katanya.

“Satu pertanyaan lagi Bu Inggrid, apa yang membuat Ibu tetap bersyukur dan semangat ketika baru membuka mata di pagi hari?”

Inggrid terdiam sejenak, lalu dengan wajah tersenyum dia katakan: “Stay hungry. Stay foolish,” katanya menyitir ucapan mendiang Steve Jobs.


(ABE)