Tanya Jawab Seputar Imunisasi

Yatin Suleha    •    Rabu, 07 Sep 2016 14:35 WIB
kesehatan anak
Tanya Jawab Seputar Imunisasi
(Foto: Babycenter) Ada baiknya Anda menanyakan dulu ke dokter anak sebelum melakukan imunisasi.

Metrotvnews.com, Jakarta: Imunisasi merupakan cara terbaik untuk memastikan si kecil tetap sehat dan terlindung dari ancaman penyakit menular. Namun, tidak dipungkiri jadwalnya yang lama dan berbeda-beda baik di rumah sakit atau klinik bisa membuat Anda jadi bertanya-tanya.
 
Selain itu, bagaimana membedakan berbagai imunisasi yang diwajibkan serta yang disarankan? Kami berikan ulasan berbagai informasi seputar imunisasi yang dirangkum dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). 
(Baca juga: Antibodi Anak Perlu Dicek Sebelum Imunisasi Ulang)
 
Apa saja tujuan imunisasi?
Imunisasi bertujuan membentuk kekebalan demi mencegah penyakit pada anak, sehingga kejadian penyakit menular menurun dan bahkan dapat menghilang dari muka bumi. Kekebalan tubuh dapat dialirkan oleh ibu ke bayi yang dikandung.
 
Walau begitu, kekebalan itu tidak berlangsung lama, maka kekebalan tersebut harus dibentuk melalui pemberian imunisasi pada bayi. Dan upaya pencegahan penyakit melalui vaksinasi telah dilakukan sejak lima abad yang lalu. Berbagai penyakit infeksi berat yang dapat menyebabkan kematian dan kecacatan dapat di cegah dengan pemberian imunisasi.
 
Mana jadwal imunisasi yang terbaik?
Jadwal yang terbaik adalah yang masih di dalam rentang umur Jadwal Imunisasi yang direkomendasikan departemen kesehatan. Jadwal terbaru bisa Anda dapatkan di internet. Namun sebelum Anda imunisasi cari tahu dulu informasi indikasi kontra atau risiko kejadian ikutan pasca imunisasi.
 
Apa perbedaan imunisasi wajib dan disarankan?
Di Indonesia ada dua rekomendasi imunisasi, antara lain: 

1. Imunisasi dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia, yakni Program Pengembangan Imunisasi (PPI). Imunisasi ini disebut imunisasi wajib, yang terdiri dari vaksin BCG, polio tetes minum (polio oral), DPT, hepatitis B dan campak. Imunisasi wajib ini biasanya disubsidi sehingga diberikan secara cuma-cuma.  

2. Dalam perkembangan dunia kesehatan, bermunculan penyakit lain yang berpotensi membahayakan kesehatan dan mematikan. Maka munculah imunisasi seperti HiB (Haemophilus influenza type B), MMR (Measles, Mumps, Rubella), tifus, Hepatitis A, PCV (Pneumococcal), HPV (Human Papillomavirus), Rotavirus dan masih banyak lagi. Sayangnya, imunisasi jenis ini tidak di subsidi oleh pemerintah dan harga yang harus dibayar masih cukup terjangkau untuk kalangan tertentu. 





(TIN)