Saran Psikolog untuk Anak yang Doyan Nge-vlog

Dhaifurrakhman Abas    •    Kamis, 08 Nov 2018 06:56 WIB
keluargapsikologi
Saran Psikolog untuk Anak yang Doyan Nge-vlog
Berikut cara mencegah diri dari pelaku perundungan dunia maya ala psikologi Jovita Maria Ferliana, M. Psi. (Foto: Timothy Eberly/Unsplash.com)

Jakarta: Lepas Orde Baru, masyarakat Indonesia lebih leluasa mengekspresikan diri. Terbukti dari maraknya pembuatan video atau yang lebih dikenal dengan vlog tentang berbagai hal. Dari mulai review berbagai barang, tutorial, atau cerita tentang traveling. 

Dari yang diseting sangat serius di dalam studi dan lampu syuting, hingga yang ala kadar dengan kondisi seadanya, bahkan tak jarang berbagai suara keseharian-burung, ayam, motor yang lewat terdengar saat membuat vlog tersebut.

Akses internet dan perkembangan teknologi memang memudahkan kita untuk berekspresi hingga ke dunia maya.

Tapi bagi Anda yang suka mengumbar ekspresi di dunia internet juga musti berhati-hati dalam berkreasi. Meskipun UU ITE sudah mengatur, tapi tetap saja aksi perundungan online atau cyber bullying (perundungan dunia maya) kerap terjadi, utamanya pada anak.

Adapun tindakan perundungan dunia maya yang kerap dilakukan pelaku terhadap korbannya adalah doxing (mempublikasikan data personal orang lain), cyber stalking (penguntitan di dunia maya yang berujung pada penguntitan di dunia nyata).

Selain itu revenge pom atau penyebaran foto maupun video korban, dengan tujuan balas dendam yang dibarengi dengan tindakan intimidasi dan pemerasan dan beberapa tindakan perundungan dunia maya lainnya.


(Adapun tindakan perundungan dunia maya yang kerap dilakukan pelaku perudungan dunia maya terhadap korbannya adalah doxing (mempublikasikan data personal orang lain), cyber stalking (penguntitan di dunia maya yang berujung pada penguntitan di dunia nyata. Foto: Markus Spiske/Unsplash.com)

Sayangnya, melansir hasil studi UNICEF (2014), hanya 42 persen anak-anak yang menyadari resiko diserang perundungan dunia maya. Sementara 13 persen diantara yang telah sadar itu, sudah pernah menjadi korban perundungan dunia maya.

Tapi jangan khawatir-khawatir amat. Ibarat kata, banyak jalan menuju Roma. Pula banyak cara untuk melindungi diri dari aksi perundungan yang terjadi entah karena unsur keisengan atau unsur kebencian itu.

(Baca juga: Peran Orang Tua Bantu Anak Atasi Cyber Bullying)

Seperti yang disampaikan Psikolog klinis anak, perkembangan anak, anak berkebutuhan khusus, serta psikologi keluarga, Jovita Maria Ferliana, M. Psi dari Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta. 

Berikut cara mencegah diri dari pelaku perundungan dunia maya ala Jovita kepada Medcom.id. Rabu, 7 November 2018.

1. Aktifkan private account.
2. Ganti password secara berkala.
3. Pikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi sebelum meng-upload.
4. Bila ragu dalam meng-upload ke internet, sebaiknya meminta pertimbangan dari orang-orang terdekat yang dianggap dewasa dan objektif.
5. Hindari mengunggah info pribadi semisal: lokasi rumah, sekolah, boarding pass dan sebagainya.
6. Dan, hindari mengunggah konten yang bersifat kemarahan, kritik dan sarkasme yang dapat memicu emosi netizen.




(TIN)