Tujuh Kalimat untuk Mendisiplinkan Anak

Timi Trieska Dara    •    Selasa, 14 Aug 2018 15:27 WIB
tumbuh kembang anak
Tujuh Kalimat untuk Mendisiplinkan Anak
(Foto: Creative Child Magazine)

Jakarta: Terkadang, mengomel terlalu panjang pada anak hanya akan memperburuk keadaan saat hendak mendisiplinkan mereka. Coba gunakan satu baris kalimat sederhana di bawah ini untuk memberikan pelajaran yang berharga pada anak.

"Ada batas berapa banyak kata bertele-tele yang dapat diproses otak," kata Joan Ershler, Ph.D., Direktur Program Waisman Early Childhood Universitas Wisconsin.

"Apa yang hendak kamu sampaikan akan hilang dalam lautan kata-kata. Jadi, (kalimat) pendek dan sederhana lebih efektif," kata dia.

1. "Saya (ibu atau Ayah) tahu, ini sulit."

Kalimat ini diucapkan dengan wajah cemberut yang tulus sambil menepuk lembut bahu. Hal itu bisa membantu menenangkan seorang anak yang memiliki emosi besar. 

2. "Jalan saja ya!"

Memberikan arahan positif pada anak kecil akan menyelesaikan masalah. Ketika Anda mengatakan "jangan lari!" atau "jangan membantah!" itu tidak akan menghentikan mereka. Jadi katakan "jalan saja ya" atau "katakan 'okay, ibu!'" lalu arahkan ia untuk melakukan yang selanjutnya.

3. "Coba lagi."

Kalimat singkat ini efektif untuk anak-anak yang suka berteriak, merebut mainan anak lain, atau bersikap kasar. Anak-anak menjadi lebih kooperatif ketika mereka merasa punya kendali atas suatu situasi. Jadi, katakan "mari kita coba lagi" untuk memberikan mereka kesempatan memilih bersikap lebih baik.

4. "Apa saya (ibu atau ayah) bilang."

Cara mengatakan kalimat ini harus hati-hati karena bisa terkesan memarahi. Jika emosi Anda menjadi tinggi, demikian juga anak Anda. Sampaikan bahwa apa yang Anda sampaikan adalah cara yang baik untuk hal yang harus dia lakukan. 

5. "Saya terlalu mencintaimu untuk berdebat."

Kalimat sederhana ini benar-benar efektif untuk mengakhiri perdebatan panjang dengan anak. Masalah selesai.

6. "Saya tidak mengerti kalau kamu berteriak."

Ini kalimat alternatif untuk "berhenti merengek." Setelah anak Anda bicara dengan normal, Anda bisa memujinya.

7. "Bagaimana sebaiknya kita bertanya?."

Mengingatkan anak bagaimana bersikap ketika beradu argumen sangat penting. Sebab, mengomel dapat memicu mereka untuk memberontak. Bantu anak Anda untuk bertanya dengan tenang.

Lihat video:




(DEV)