Harapan yang Tinggi Berpotensi Memicu Kandasnya Hubungan

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 25 Oct 2017 10:32 WIB
romansa
Harapan yang Tinggi Berpotensi Memicu Kandasnya Hubungan
(Foto: Forbes)

Metrotvnews.com, Jakarta: Berbagai faktor dapat menjadi pemantik dalam keretakan rumah tangga. Namun, seorang ahli hubungan mengungkapkan bahwa masalah keuangan, masalah keintiman, atau kesalahpahaman emosional hanyalah simtomatik dari isu yang lebih luas.

Lalu, apakah akar dari perpisahan tersebut? Harapan yang tidak terpenuhi.

"Saya telah melihat banyak luka dan frustasi yang terjadi karena harapan yang tak terpenuhi. Tak hanya dalam pernikahan, namun segala jenis hubungan," ujar penulis Derek Harvey dalam sebuah seminar enam tahun lalu.

Menurutnya, itu adalah racun yang mengalir ke hati dan mengakibatkan kekacauan dalam hubungan.

Memiliki harapan besar dapat menimbulkan masalah tersendiri dalam hubungan romansa. Dimulai dari hal yang sederhana (misalnya, "Mengapa suara dengkurmu keras sekali?" hingga menyakitkan (misalnya, "Mengapa Anda berpakaian seperti itu?"). Cukup sulit menerima kenyataan bahwa pasangan tak sesuai dengan apa yang diinginkan.

"Harapan yang tidak terpenuhi adalah pembunuh hubungan terbesar," ujar ahli hubungan James Preece.

"Orang yang menikah atau menjalin hubungan lama berharap bisa mengubah pasangan mereka. Jika tidak sesuai, mereka akan kecewa atau marah."

Padahal, menerima pasangan apa adanya dan berusaha untuk berkerja sebagai tim untuk mengatasi berbagai masalah bersama adalah kunci kelanggengan hubungan.

"Cara terbaik untuk menangani harapan yang tak terpenuhi adalah bekerja sebagai tim. Buatlah tujuan dan capai itu bersama-sama."

Tak hanya lebih menyenangkan, namun kerjasama juga bisa membuat Anda lebih cepat dalam mencapai sesuatu bila didukung pasangan.




(DEV)