Bayi dari Ayah Berusia 35 Tahun Lebih, Berisiko Lahir Prematur?

Torie Natalova    •    Kamis, 08 Nov 2018 14:02 WIB
keluarga
Bayi dari Ayah Berusia 35 Tahun Lebih, Berisiko Lahir Prematur?
Perlukah Anda khawtair tentang usia dengan risiko buah hati Anda? Berikut ini informasinya. (Foto: Ilustasi. Dok. Sadik Kuzu/Unsplash.com)

Jakarta: Sebuah penelitian baru dari Stanford University School of Medicine, mendokumentasikan hubungan antara kelahiran bayi dari ayah yang berusia lebih tua dengan berbagai peningkatan risiko saat lahir.

Studi yang dilakukan selama satu dekade itu menunjukkan risiko kelahiran bayi seperti berat lahir rendah dan kejang. Bahkan, data penelitian tersebut menunjukkan bahwa usia ayah dapat memengaruhi kesehatan ibu selama kehamilan, khususnya risiko terkena diabetes.

(Baca juga: Pentingnya Metode Kanguru untuk Bayi Prematur)


(Sebuah penelitian baru dari Stanford University School of Medicine, mendokumentasikan hubungan antara kelahiran bayi dari ayah yang berusia lebih tua dengan berbagai peningkatan risiko saat lahir. Foto: Rawpixel/Unsplash.com)

"Data dari lebih 40 juta kelahiran menunjukkan bahwa bayi yang lahir dari ayah dengan usia kira-kira 35 tahun ke atas, berada pada risiko tertinggi untuk memiliki masalah kesehatan," sebut sebuah penelitian dalam Sciencedaily.com

Penelitian yang ditulis oleh Hanae Armitage dan didukung oleh Stanford Medicine ini juga mengatakan contohnya ayah yang berusia 45 tahun lebih mungkin memiliki anak yang lahir prematur, dan ayah berusia 50 tahun lebih mungkin memiliki anak yang harus masuk perawatan NICU setelah lahir.

Namun, penulis studi mengatakan kaum pria yang belum memiliki anak di usia 35 tahun ke atas tidak pelu khawatir karena risiko tersebut tidak selalu terjadi pada setiap orang.




(TIN)