Bosan Bekerja? Jangan Buru-buru Resign!

   •    Senin, 08 Jan 2018 13:25 WIB
karier
Bosan Bekerja? Jangan Buru-buru Resign!
Ilustrasi. (Thinkstock)

Jakarta: Menjalani sebuah profesi bukan perkara mudah. Suasana tempat bekerja, tugas dan tanggung jawab, bahkan hingga hubungan antarrekan kerja pun kadang membuat seseorang bosan dan mulai berpikir untuk resign.

Namun, alasan karena bosan bekerja kemudian memutuskan untuk mengundurkan diri atau resign dari pekerjaan bukanlah pilihan tepat.

Motivator Jamil Azzaini dalam I'm Possible, Minggu 7 Januari 2018, mengatakan, ketika rekan seprofesi satu per satu mulai 'mengepakkan sayap' mereka dan memilih mengundurkan diri untuk pekerjaan lain yang dianggap lebih menjanjikan, Anda jangan buru-buru untuk ikut-ikutan.

"Karena belum tentu tempat yang baru cocok buat kita tapi memang cocok untuk teman kita. Kalau kita ikut-ikutan kemudian hidup kita susah, yang mengajak resign pun tidak akan peduli pada kita," kata Jamil.

Menurut Jamil, aktivitas terus menerus yang berulang dan menjadi rutinitas memang membosankan, tapi jangan ambil langkah resign ketika bosan. Cuti untuk penyegaran atau meminta tugas baru yang lebih menantang kepada atasan bisa dijadikan alternatif untuk mengusir bosan.

"Minta tantangan baru supaya tidak jenuh bukan malah menghindar. Kalau kita minta tantangan, begitu berhasil karier akan naik dan gaji juga bisa naik," katanya.

Mengapa bekerja?

Sebelum memulai bekerja, ada baiknya seseorang menemukan lebih dulu apa yang memotivasi diri dan alasan mereka untuk bekerja. Jamil mengatakan setidaknya ada tiga alasan seseorang memilih untuk bekerja; finansial, keluarga, dan passion.

Alasan finansial biasanya karena memiliki tanggungan seperti kewajiban untuk membayar angsuran rumah, kendaraan, dan sebagainya. Kemudian alasan keluarga biasanya karena ingin memberikan yang terbaik bagi keluarga, entah orang tua, anak, atau istri.

"Misalnya saya ingin memberangkatkan orang tua ke Tanah Suci, atau saya ingin anak saya sekolah di tempat terbaik dan sekolah terbaik biasanya mahal sehingga saya harus bekerja. Ini boleh jadi alasan mengapa kita bekerja," katanya.

Alasan terakhir adalah karena memang menjadi passion. Jamil meyakini bahwa orang yang bekerja dengan passion lebih menikmati pekerjaannya dan sangat sedikit mengeluh.

"Saran saya temukan pekerjaan yang sesuai dengan passion walaupun bekerja karena alasan finansial dan keluarga juga tidak apa-apa," jelasnya.




(MEL)