Apa yang Dipikirkan Karyawan tentang Atasan Mereka

Anindya Legia Putri    •    Jumat, 12 Jan 2018 13:07 WIB
tips karier
Apa yang Dipikirkan Karyawan tentang Atasan Mereka
Dilansir dari Forbes.com dikatakan bahwa Anda jangan memilih pekerjaan, pilihlah atasan. "Karena bos Anda adalah faktor terbesar dalam kesuksesan karier Anda. Foto: Štefan Štefan?ík/Unsplash.com)

Jakarta: Apakah lebih baik untuk mendapatkan pekerjaan buruk dengan bos yang baik, atau pekerjaan yang baik dengan bos yang buruk?

Dilansir dari Forbes.com dikatakan bahwa Anda jangan memilih pekerjaan, pilihlah atasan. "Karena bos Anda adalah faktor terbesar dalam kesuksesan karier Anda. Bos yang tidak percaya Anda, tidak akan memberi Anda kesempatan untuk berkembang," jelas tulisan William Arruda.

Anda mungkin pernah mendengar bahwa orang tidak meninggalkan perusahaan yang buruk, mereka meninggalkan bos yang buruk. Hampir setiap orang memiliki cerita tentang bos mereka. Bagi para pemimpin, menjadi atasan terbaik adalah penting untuk kesuksesan perusahaan Anda. Dan kebanyakan pemimpin menyadari hal itu.

Bahkan dalam pencarian Google, ungkapan "bagaimana menjadi atasan yang baik" menghasilkan lebih dari 115 juta pencarian. Namun berdasarkan studi baru-baru ini dari Randstad USA menunjukkan bahwa hanya sekitar 53 persen karyawan setuju bahwa atasan mereka menghargai pendapat mereka, 35 persen merasa terinspirasi oleh atasan mereka.


(Dilansir dari Forbes.com dikatakan bahwa Anda jangan memilih pekerjaan, pilihlah atasan. "Karena bos Anda adalah faktor terbesar dalam kesuksesan karier Anda. Foto: Paul Bence/Unsplash.com)

Kepemimpinan yang efektif bukanlah tentang menjadi penegak hukum, dan bukan tentang menjadi pemandu sorak. Ini tentang menciptakan lingkungan di mana setiap kekuatan otentik anggota tim dapat berkembang, yang pada akhirnya membantu organisasi berkembang.

Jika pimpinan Anda tidak lebih dari seorang bossy, berikut adalah beberapa cara untuk mengubah hal tersebut.

1. Hentikan penderitaan dalam keheningan
Biarkan atasan Anda tahu apa tujuan dan aspirasi Anda, dan mintalah dia untuk bimbingan. Beri umpan balik informatif yang menunjukkan betapa termotivasi Anda untuk bekerja menuju kesuksesan bersama.

(Baca juga: Studi: Wanita Lebih Baik dalam Hal Kepemimpinan daripada Pria)

2. Pendekatan sandwich
Bila Anda mendapati diri Anda mempertanyakan kualitas rencana permainan bos Anda, gunakan pendekatan “sandwich” untuk menyuarakan pendapat Anda. Mulailah dengan pernyataan positif, gambarkan sesuatu yang Anda kagumi tentang rencananya. Kemudian ajukan pertanyaan Anda, selesaikan dengan pernyataan positif sehingga komentar menantang Anda terjepit di antara dua pertanyaan positif.

3. Kenali kekuatan Anda
Buatlah mudah bagi atasan Anda untuk menemukan bakat alami Anda. Jika benar-benar tidak mungkin untuk mencapai hubungan penuh hormat dan penuh inspirasi dengan atasan Anda, maka inilah saatnya Anda mencari bos baru. 

Ingatlah bahwa jika Anda tinggal di peruahaan yang sama, kemungkinan Anda akan terus bertemu dengan mantan atasan Anda. Mempertahankan pendekatan yang matang dan berkepala dingin, terlepas dari bagaimana perilaku atasan Anda, akan membantu Anda membangun reputasi Anda sendiri.

Bos yang buruk akan menimbulkan kegaduhan pada bawahannya. Bos yang cerdas secara emosional, akan dapat meningkatkan produktivitas, retensi, dan kebahagiaan karyawan, yang merupakan kunci untuk mendapatkan keunggulan kompetitif.









(TIN)